Mendikbud bakal alokasikan dana untuk siswa ke tempat bersejarah

Mendikbud bakal alokasikan dana untuk siswa ke tempat bersejarah. Untuk kegiatan siswa, menurut dia, harus ada dispensasi, misalnya tiket masuk ke tempat wisata sejarah. Kecuali pengunjung umum dan turis untuk pemasukan negara.

Budi Widayat
Oleh Budi Widayat - Reporter
Mendikbud bakal alokasikan dana untuk siswa ke tempat bersejarah
Mendikbud Muhadjir Effendy. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy minta pendidikan berbasis karakter siswa juga difokuskan pada nilai sejarah dan situs peninggalan Majapahit. Menurut Muhadjir, dengan adanya situs peninggalan Majapahit bisa dijadikan sarana edukasi bagi para siswa."Supaya mereka tetap punya kebanggaan memiliki nenek moyang yang hebat, tidak kalah dengan bangsa lain," kata Muhadjir Effendy di sela sela kunjungannya ke musium benda peninggalan Kerajaan Majapahit, di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jatim, Sabtu (18/2).Menurut Muhadjir, untuk mendukung pelaksanaan program pendidikan berkarakter di Daerah, Pemerintah Pusat akan mengalokasikan anggaran dari bantuan operasional sekolah. Anggaran ini nanti, khusus untuk kegiatan siswa berkunjung ke tempat yang punya nilai sejarah. Seperti situs peninggalan Majapahit Trowulan, Mojokerto."Pemerintah Pusat akan terus men-support, supaya pelaksanaan pendidikan karakter siswa bisa terlaksana dengan baik sesuai harapan," tambahnya.Untuk kegiatan siswa, menurut dia, harus ada dispensasi, misalnya tiket masuk ke tempat wisata sejarah. Kecuali pengunjung umum dan turis untuk pemasukan negara."Khusus siswa mungkin tidak masalah tidak ada pungutan biaya karcis, tapi kalau turis itu tidak bisa, karena untuk menambah pemasukan Negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kalau banyak turis yang datang tapi tidak dipungut, itu tidak benar. Di negara manapun juga tidak ada yang seperti itu," jelasnya.Masih kata Muhadjir, dengan penarikan biaya tiket ini, tentu harus ditunjang dengan berbagai fasilitas bagi pengunjung. Fasilitas itu bisa tempat ibadah, area parkir, dan souvenir."Misalnya, pemberian atau penjualan suvenir harus sesuai dengan karakter dan ciri khas masing-masing masing daerah dan budayanya," ujarnya.

Rekomendasi