Bengawan Solo meluap, ratusan rumah di Mojokerto terendam

Bengawan Solo meluap, ratusan rumah di Mojokerto terendam. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Moh Zaini, mengatakan, sungai lamong meluap sejak Rabu kemarin. Sampai hari ini, air terus bertambah hingga ketinggian mencapai 90 sentimeter.

Budi Widayat
Oleh Budi Widayat - Reporter
Bengawan Solo meluap, ratusan rumah di Mojokerto terendam
Banjir di Mojokerto. ©2017 Merdeka.com/budi

Sungai Lamong, anak Bengawan Solo yang melintasi Kabupaten Mojokerto, Lamongan dan Gresik, meluap hingga merendam ratusan rumah di dua desa Kecamatan Dawarblandong. Di Dusun Balong, sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) harus mengungsi karena tempat tinggalnya terendam, sedangkan di Dusun Ngarus sebanyak 20 KK.Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Moh Zaini, mengatakan, sungai lamong meluap sejak Rabu kemarin. Sampai hari ini, air terus bertambah hingga ketinggian mencapai 90 sentimeter."Kondisi air luapan sungai Lamong terus bertambah, rumah warga terendam setinggi hampir 1 meter," kata Zaini.

Menurutnya, warga yang rumahnya terendam sebagian sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman oleh tim BPBD, Polisi, TNI dan para relawan. Namun sebagian warga enggan dievakuasi dan memilih bertahan di rumahnya.Sementara Kepala Dusun Balong, Jari, mengatakan, luapan Sungai Lamong terjadi sudah 3 kali sejak awal bulan Januari ini. Luapan pertama di awal pekan bulan Januari."Sudah 3 kali meluap, ini yang paling tinggi luapan airnya," kata Jari.Pantauan merdeka.com, air luapan Sungai Lamong terus bertambah. Warga yang memilih bertahan di rumah, sebagian tampak bergerombol di ruang tamu dan teras rumah mengenakan pakaian yang kondisinya basah.

Rekomendasi