Ketua timses Ahok-Djarot sebut kesaksian Novel tak beda dari laporan

Prasetio Edi Marsudi, hadir dalam sidang kasus dugaan penistaan agama di Auditorium, Kementerian Pertanian. Dia sempat mengikuti jalannya sidang ‎dan mendengarkan kesaksian dari Novel Chaidir Hasan.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ketua timses Ahok-Djarot sebut kesaksian Novel tak beda dari laporan
Ahok-Djarot hadiri Maulid Nabi. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Ketua Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Prasetio Edi Marsudi, hadir dalam sidang kasus dugaan penistaan agama di Auditorium, Kementerian Pertanian. Dia sempat mengikuti jalannya sidang ‎dan mendengarkan kesaksian dari Novel Chaidir Hasan.Prasetio mengatakan, saksi kedua akan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU)‎ adalah Effendi Choirie atau akrab disapa Gus Joy. Dia mengungkapkan, kesaksian yang disampaikan Novel tidak jauh berbeda dengan apa yang dilaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri."Kan ini masih pembuktian benar menistakan agama atau tidak, saksi-saksi.‎ Ya dikonfrontir semua apa yang disampaikan Ahok, di mana menurut Habib Novel dia dapat dari WA," katanya di depan Auditorium, Kementerian Pertanian, Selasa (3/1).Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, kesaksian ini dikumpulkan untuk memberikan gambaran kepada majelis hakim. Baru nantinya Basuki atau akrab disapa Ahok dimintai keterangan terkait ucapannya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu.‎"Kesaksian ini dikumpulkan setelah itu nanti baru terdakwa diminta keterangan," jelasnya.Adanya keterlibatan partai politik, Prasetio tidak menjelaskan secara jelas. Namun berdasarkan pernyataan Novel, pelaporan kasus ini dilakukan oleh Aliansi Cinta Tanah Air yang dikomandani oleh Habiburakman.‎"Jadi gini Habib Novel itu tanya ACTA itu kan ininya Pak Habiburakman. Afiliasinya ke mana? Ke nomor 1 kan jawabannya begitu. Tadi Novel ngomong gitu," tutupnya.

Rekomendasi