Abduh Lestaluhu curhat ke Presiden soal tendangan ke bench Thailand

Abduh Lestaluhu cerita ke Presiden soal tendangan ke bench Thailand. Abduh mengaku naik pitam karena tersulut aksi atau ulah provokasi pemain Thailand yang mengulur-ngulur waktu. Padahal, Indonesia tengah berjuang keras untuk mencetak gol sehingga agregat dapat menjadi 3-3.

Rizky Andwika
Oleh Rizky Andwika - Reporter
Abduh Lestaluhu curhat ke Presiden soal tendangan ke bench Thailand
Abduh Lestahulu. ©2016 Youtube.com/AFF Suzuki Cup

Pemain belakang tim nasional Indonesia, Abduh Lestaluhu diganjar kartu merah dalam pertandingan leg kedua partai final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12). Dalam pertandingan yang dimenangkan oleh Thailand dengan skor 2-0 tersebut, Abduh diusir keluar lapangan usai menendang bola dengan keras ke arah bangku cadangan atau bench pemain Thailand.

Di sela makan siang di Istana Negara, pemain bernomor punggung tiga itu menceritakan kepada Presiden Joko Widodo awal mula penyebab emosinya meledak. Namun sayang, pemain andalan PS TNI ini tidak menceritakan respons Presiden Jokowi terkait kartu merah tersebut. "Tadi sempat cerita sama Presiden," kata Abduh di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Abduh mengaku naik pitam karena tersulut aksi atau ulah provokasi pemain Thailand yang mengulur-ngulur waktu karena mereka telah unggul 2-0. Terlebih, hal itu dilakukan di menit-menit akhir pertandingan. Padahal, Indonesia tengah berjuang keras untuk mencetak gol sehingga agregat dapat menjadi 3-3 sehingga dapat memaksa Thailand untuk memainkan perpanjangan waktu.

"Jadi pas saya pas bola out saya mau ambil bola tapi bolanya malah dipegang terus dilempar ke belakang lagi, dimainin-mainin gitu. Jadi saya balik ke wasit. Saya bilang 'wasit ini nggak fair'. Saya balik mereka sudah lempar atau minta bola. Ya saya sudah tendang lagi ke mereka," ujarnya.

Pelatih dan Ketua Umum PSSI dukung 'dapat' kartu merah

Abduh mengaku pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl maupun Ketua Umum PSSI Letjen TNI Edy Rahmayadi tak sedikitpun kecewa dengan aksinya itu meski harus dihadiahi kartu merah yang menodai pertandingan. Keduanya mendukung dan dapat memahami kenapa dirinya mendapatkan kartu merah.

"Mereka sangat mendukung apa yang saya lakukan karena itu kata mereka 'Bagus karena kan posisinya kita lagi ketinggalan, kita pengen mengejar gol jadi saya rasa dari pelatih sama dari PSSI mereka support saya, mendukung saya," katanya.

Indonesia sendiri harus memupus impian untuk dapat meraih gelar perdana Piala AFF. Dalam final leg kedua, Indonesia ditekuk Thailand 2-0 sehingga agregat menjadi 3-2. Pada pertandingan final leg pertama di Stadion Pakansari, skuag Garuda mampu membekuk Thailand dengan skor 2-1.

Meski gagal menjadi juara, Presiden Jokowi tetap mengapresiasi kerja kerja timnas. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan bonus sebesar Rp 200 juta tiap pemain.

"Pada kesempatan baik ini dan pemerintah memberikan sedikit bonus bagi seluruh pemain, paling dihitung-hitung 200 (Juta) per pemain," kata Jokowi saat mengundang timnas Sepakbola Indonesia ke Istana Merdeka, Senin (19/12).

Rekomendasi