Pelda Agung Sugihantono (39), warga Jalan Widodo, Kelurahan Mranggen, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 A-1334 milik TNI AU di Wamena, Papua, Minggu (18/12).
Sehari sebelum peristiwa tersebut, Agung sempat menelepon keluarganya di Magetan. Dia berencana pulang ke Magetan bersama keluarganya. Rencana Agung menghabiskan masa liburan di kampung halaman pun kandas.
"Dia bilang kalau mau pulang ke Maospati dalam rangka mengantar anak-anaknya menghabiskan masa liburan sekolah di Magetan,," kata ayah Agung, Sumiran di Magetan, seperti dilansir Antara, Senin (19/12).
Sumiran mengaku mendengar kabar pahit nasib putra bungsunya itu dari menantunya yang juga anggota TNI AU. Keluarga kaget mendengar kabar buruk itu. "Tadi dikabari menantu yang juga anggota TNI AU. Katanya, pesawat yang ditumpangi Agung mengalami kecelakaan dan semua crew-nya meninggal," kata Sumiran.
Kini keluarga berharap jenazah Pelda Agung dapat segera dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Sesuai rencana, jenazah Pelda Agung akan dikirim dari Lanud Abdul Rahman Saleh Malang pada Senin pagi dan langsung dimakamkan.
Sementara, suasana di rumah duka mulai terlihat persiapan untuk menyambut pemulangan jenazah Pelda Agung. Sejumlah saudara dan tetangga terus berdatangan untuk mengucapkan belasungkawa kepada keluarga.
Untuk diketahui, pesawat milik TNI AU jenis C 130 Hercules jatuh di Timika-Wamena, di Papua, Minggu (18/12) sekitar pukul 06.05 WIT. Pesawat tersebut berangkat dari Timika tujuan Wamena, ATD 05.35 WIT, dengan rencana tiba 06.13 WIT. Pesawat tersebut mengangkut 12 kru dalam rangka peningkatan kompetensi dari co-pilot menjadi kapten pilot.