Festival Bumi Lawang Kuari diharapkan bisa mendunia

Alunan musik khas Dayak Kalimantan mengiringi gerakan gemulai beberapa penari perempuan membuka acara penutupan Festival Budaya Bumi Lawang Kuari (FBBLK) yang digelar oleh Pemda Sekadau, Kalimantan Barat.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Festival Bumi Lawang Kuari diharapkan bisa mendunia
Festival Bumi Lawang Kuari. ©2016 Merdeka.com/Anwar Khumaini

Alunan musik khas Dayak Kalimantan mengirigi gerakan gemulai beberapa penari perempuan membuka acara penutupan Festival Budaya Bumi Lawang Kuari (FBBLK) yang digelar oleh Pemda Sekadau, Kalimantan Barat.

Tak cuma disuguhi tarian khas Dayak, tarian serta lagu-lagu khas Melayu juga turut memeriahkan acara tahunan untuk memperingati hari jadi Kabupaten Sekadau tersebut.Acara penutupan berlangsung meriah dan dihadiri oleh ribuan masyarakat sekitar. Hadir dalam acara tersebut Bupati Sekadau, Rupinus, Sekda Sekadau Yohannes Jhon, serta para pejabat di daerah Kabupaten Sekadau.Dalam sambutannya di penutupan FBBLK, Bupati Sekadau Rupinus mengaku puas atas berlangsungnya FBBLK yang berlangsung untuk memeriahkan acara ulang tahun Kabupaten Sekadau yang ke-13. Dia berharap acara semacam ini akan berlangsung lebih baik lagi di masa yang akan datang."Mudah-mudahan kegiatan seperti ini akan lebih baik lagi di masa mendatang," kata Rupinus, Minggu (18/12) malam.Sebagai puncak acara HUT ke-13 Kabupaten Sekadau ini, menurut Rupinus harusnya dilangsungkan upacara serta serangkaian acara lain. Namun lantaran HUT Kabupaten Sekadau
tahun ini bertepatan dengan hari Minggu, maka upacara diundur sehari, yakni Senin (19/12)."Besok pagi akan ada apel di kantor bupati, kemudian ada paripurna dengan DPRD serta ramah tamah," imbuhnya.Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau yang juga selaku ketua umum panitia peringatan HUT Kabupaten Sekadau yang ke-13, Yohannes Jhon dalam sambutannya mengucapkan syukur atas terselenggaranya serangkaian acara memperingati HUT ke-13 Kabupaten Sekadau. "Festival Budaya Bumi Lawang Kuari berakhir malam ini. Kami bersyukur semua pihak sudah dengan senang hati untuk melaksanakan kegiatan ini dengan lancar dan sukses," kata Yohanes John.Dia berharap, acara festival seperti ini ke depannya tidak cuma diketahui dan dirayakan oleh masyarakat sekitar saja, tetapi masyarakat luar Sekadau, bahkan masyarakat internasional."Ke depan semoga acara seperti ini agar bisa dikenal, baik di tingkat nasional atau pun global (dunia)," ujarnya.Dalam penutupan FBBLP ini, masyarakat dihibur oleh beberapa pagelaran seni budaya masyarakat Dayak dan Melayu, berupa tarian serta lagu-lagu yang yang indah dan khas.Bertempat di Betang Youth Centre kawasan pasar baru, panitia juga menghadirkan artis ibukota, yakni jebolan ajang D'Academy 3 Indosiar, Dila yang sukses menghibur masyarakat Sekadau dengan tembang dangdut, Kereta Malam. Ribuan masyarakat pun larut dalam alunan suara merdu Dila yang berasal dari Karawang, Jawa Barat tersebut.Kabupaten Sekadau adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan daerah kecil yang memiliki potensi jalur transportasi segitiga, yakni daerah Nanga Taman dan Nanga Mahap yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ketapang. Kota Sekadau merupakan kota inti yang dilewati oleh jalur ke kota maupun pedalaman, daerah Tiga Belitang berbatasan dengan Senaning, Kabupaten Sintang dan Sarawak, Malaysia Timur.Kabupaten Sekadau yang beribukota di Sekadau memiliki luas 5.444,30 Km atau 3,71% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat, yang terbagi dalam 76 Desa dan 7 Kecamatan diantaranya Kecamatan Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Taman, Kecamatan Sekadau Hulu, Kecamatan Sekadau Hilir, Kecamatan Belitang Hilir, Kecamatan Belitang dan
Kecamatan Belitang Hulu.Komoditi unggulan Kabupaten Sekadau yaitu sektor perkebunan, pertanian dan jasa. Sektor Perkebunan komoditi unggulannya adalah kelapa sawit, kakao, karet, kopi, kelapa, dan lada. Sub sektor pertanian komoditi yang diunggulkan berupa jagung, ubi jalar, dan ubi kayu. sub sektor jasa Pariwisatanya yaitu wisata alam."Sebagian besar masyarakat kita bermata pencaharian petani kelapa sawit dan karet," ujar Yohannes.Penduduk asli Kabupaten Sekadau adalah etnis Dayak, yang terbagi dalam sub-sub suku Dayak di Kabupaten Sekadau antara lain, Dayak Mualang, Dayak Ketungau Sesat, Dayak Kerabat, Dayak Jawant, Dayak Senganan (Dayak Muslim/ yang dianggap orang luar sebagai Melayu Sekadau ). Dayak Mualang mempunyai populasi yang terbesar diperkirakan lebih dari 60% penduduk Kabupaten Sekadau.Kerajinan masyarakat yang ada di Sekadau adalah Tenun Mualang, yaitu kain tapeh dengan motif kain Engkerebang, Pangit dan lain-lain. Ada juga kerajinan anyam Tangoy terdapat di daerah Menawai Lingkau. Sementara kerajinan Bakul, terdapat di daerah Nanga Taman dan Nanga Mahap.Kabupaten Sekadau juga memilik tempat-tempat bersejarah, antara lain: Lawang Kuari (merupakan rumah betang yang melebur menjadi gua batu dalam legenda Sangik dan Marik), di Jaman Kerajaan Sekadau, tempat ini digunakan oleh Pangeran Agong. Ada juga Batu Tinggi, Lawang Siti, Batu Kenyalau, Batu Nyaut, serta Palak Kaba' yang merupakan rumah/tempat penyimpanan tengkorak hasil kayau yang berada di Tembawang Gumah Lanau Desa Landau Kodah, Kecamatan Sekadau Hilir.

Rekomendasi