Tersangka kasus pembacokan siswa SMA Muhi ditempatkan di sel khusus

Tersangka kasus pembacokan siswa SMA Muhi ditempatkan di sel khusus. Kepala Keamanan Rutan Kelas IIB Bantul, Agus Subagya mengatakan, pihaknya menerima titipan tahanan anak mulai Rabu (14/12) hingga Selasa (20/12) mendatang. Para tersangka ini ditempatkan khusus di Blok Condrodimuko.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tersangka kasus pembacokan siswa SMA Muhi ditempatkan di sel khusus
Ilustrasi Narapidana. ©2015 Merdeka.com

Para pelajar yang menjadi tersangka kasus pembacokan pelajar SMA Muhammadiyah I (Muhi) Yogyakarta ditahan dan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Bantul. Mereka ditempatkan dalam dua sel khusus selama dititipkan di Rutan Kelas IIB Bantul.Kepala Keamanan Rutan Kelas IIB Bantul, Agus Subagya mengatakan, pihaknya menerima titipan tahanan anak mulai Rabu (14/12) hingga Selasa (20/12) mendatang. Para tersangka ini ditempatkan khusus di Blok Condrodimuko.Menurut rencana, para tersangka kasus pembacokan pelajar SMA Muhi ini akan menempati sel tersebut hingga putusan vonis dibacakan. Setelahnya mereka akan dipindahkan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Rutan IIB Wonosari, Gunungkidul."Untuk masa penitipan bisa diperpanjang lagi. Di sel, mereka dibagi dalam dua kamar," ujar Agus, Juamt (15/12).Agus menambahkan bahwa Blok Condrodimuko memang berbeda dari kamar atau sel lainnya yang digunakan untuk orang dewasa. Meskipun berada dalam satu kompleks dengan sel orang dewasa namun lokasinya dibuat terpisah. Pembinaan pun berbeda dengan warga binaan lainnya."Kami berikan pengawasan khusus. Untuk makanannya diantar," ucap Agus. Agus menyampaikan bahwa selama dititipkan di sel Rutan Kelas IIB Bantul, mereka juga diberikan pendidikan kedisiplian dan keagamaan. Bagi pengunjung harus meminta izin dari pihak kepolisian. Bahkan, untuk anak diberikan hak untuk menolak kunjungan jika tidak berkenan. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rombongan pelajar SMA Muhi menjadi korban penyerangan dan pembacokan oleh serombongan orang tak dikenal di Jalan Imogiri-Panggang, Senin (12/12). Para pelajar SMA Muhi ini diserang saat dalam perjalanan pulang usai berlibur di Pantai Ngandong, Gunungkidul.Akibatnya, tujuh orang pelajar SMA Muhi mengalami luka-luka. Bahkan seorang siswa bernama Adnan Wirawan Ardiyanta (16) pelajar kelas X IPS 2 SM Muhi tewas pada Selasa (13/12) pukul 19.30 WIB setelah mengalami luka tusuk di bagian perut yang merobek ginjalnya.Hingga kini kasus pembacokan ini masih terus diselidiki dan dikembangkan oleh Polres Bantul. Sejauh ini Polres Bantul sudah menetapkan 10 orang tersangka. Ke 10 orang tersangka tersebut semuanya masih berstatus pelajar dan berusia di bawah umur.

Rekomendasi