Gegana ledakkan bahan bom hasil penggeledahan rumah Khafid di Madiun

Gegana ledakkan bahan bom hasil penggeledahan rumah Khafid di Madiun. Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim memusnahkan bahan bom berdaya ledak tinggi hasil penggeledahan dari rumah terduga teroris Khafid Fathoni (22) di Dusun Gebang, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
Gegana ledakkan bahan bom hasil penggeledahan rumah Khafid di Madiun
Ilustrasi BOM. ©2015 Merdeka.com

Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim memusnahkan bahan bom berdaya ledak tinggi hasil penggeledahan dari rumah terduga teroris Khafid Fathoni (22) di Dusun Gebang, Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi. Kasus tersebut merupakan pengembangan dari teroris Bekasi.Pemusnahan dilakukan di Markas Komando Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim di Jalan Setia Budi Kota Madiun, dengan cara diledakkan."Untuk peledakan kita melibatkan tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jatim. Adapun, yang diledakkan adalah bahan bom yang sudah siap menjadi bom berdaya ledak tinggi," ujar Kepala Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim Ajun Komisaris Besar Ary Nyoto Setiawan di Madiun, seperti dilansir Antara, Senin (12/12).Menurut dia, bahan bom seberat 1,3 kilogram berjenis triacetone triperoxide (TATP) yang terbuat dari bahan-bahan yang bisa diperoleh dengan mudah di pasaran, salah satunya pupuk urea."Karena sensitif terhadap gesekan, suhu panas, dan tidak stabil, maka TATP tersebut tidak dibawa ke Jakarta. Diputuskan untuk diledakkan di Madiun setelah dilakukan identifikasi dengan sangat hati-hati," kata dia.Jika oleh si perakit bahan bom tersebut telah diberi bungkusan dan campuran isi seperti paku, gotri, dan lainnya, maka bom jenis TATP tersebut memiliki efek daya ledak yang tinggi, hingga radius 300 meter di sekitarnya.Lebih lanjut ia menjelaskan, selain menemukan bahan siap menjadi bom, saat penggeledahan di rumah Khafid, polisi juga menemukan bahan-bahan kimia lainnya yang merupakan bahan untuk membuat bom. Ary merinci, terdapat 24 item barang yang disita polisi. Di antaranya adalah pupuk urea, asam nitrat, dan gula pasir."Barang-barang tersebut ditemukan terpencar di berbagai ruangan rumah orangtua terduga teroris Khafid. Ada yang di kamar tidur, di dapur, dan lainnya," kata dia.Sementara, Kanit Jibom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jatim, Inspektur Tingkat Satu Girindra Wardana mengatakan, bahan bom sitaan dari Ngawi yang ia ledakkan tersebut memiliki karakter yang sama dengan hasil sitaan bom di Surayaba dan Mojokerto."Hasil identifikasi kami, bahan bom di Ngawi ini ada kemiripan karakter dengan bahan bom dan bom yang kami tangani di Surabaya dan Mojokerto. Bahkan yang Surabaya itu sudah berbentuk bom yang siap ledak," kata Girinda.Selama tahun 2016, tim Jibom Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jatim telah memusnahkan tiga bahan bom di Mojokerto, Surabaya, dan Ngawi. Diduga, bahan bom dan bom hasil rakitan tersebut memiliki keterkaitan dengan teroris di Bekasi.

Rekomendasi