Hadiri Gerakan IVA Tes di Klaten, Iriana ajak guru-guru berdialog

Hadiri Gerakan IVA Tes di Klaten, Iriana ajak guru-guru berdialog. Iriana mengatakan, gerakan IVA Tes ini sangat penting untuk menjaga perkembangan kesehatan perempuan di seluruh Tanah Air. "Ibu hadir di sini karena undangan apa karena memang mau periksa IVA Tes?" tanya Iriana.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Hadiri Gerakan IVA Tes di Klaten, Iriana ajak guru-guru berdialog
Irianan di acara Gerakan Nasional Pekan Deteksi Dini IVA Tes. ©2016 Merdeka.com

Ibu Negara, Iriana Joko Widodo menghadiri acara 'Gerakan Nasional Pekan Deteksi Dini IVA Tes dan Sadanis Bagi Ibu Guru Indonesia' di Jalan Alun-Alun Timur Klaten, Jawa Tengah. Iriana mengatakan, gerakan IVA Tes ini sangat penting untuk menjaga perkembangan kesehatan perempuan di seluruh Tanah Air. Pantauan merdeka.com, Iriana tiba di lokasi sekitar pukul 10.36 WIB. Iriana sempat mengajak ibu-ibu yang hadir untuk berdialog terkait tujuan kedatangan mereka di acara gerakan IVA Tes.Guru pertama yang bersedia diajak dialog adalah Herlina. Herlina mengajar di SD Garung, Klaten. "Ibu hadir di sini karena undangan apa karena memang mau periksa IVA Tes?" tanya Iriana."Secara kedinasan memang ada undangan dari dinas untuk kebutuhan kesehatan. Kami bergerak untuk mengikuti kegiatan ini," jawab Herlina. "Nah, ini baru namanya ibu guru. Nanti bisa disampaikan ke ibu-ibu yang lain yang belum berniat memeriksakan IVA Tes ini. Artinya biar kedok tular," timpal Iriana.Tak hanya Herlina, Sri Miyati guru SD Negeri 2 Ngulan, Kecamatan Fawas, Kabupaten Klaten juga mendapat kesempatan berdialog dengan Iriana. Iriana melontarkan pertanyaan yang sama yakni terkait tujuan kedatangan Sri Miyati ke acara Gerakan IVA Tes."Tujuannya apa datang ke sini buk? Atas undangan atau?," kata Iriana."Ya undangan ada, kesadaran sendiri juga ada. Mengingat kesehatan sangat dibutuhkan apalagi untuk ibu-ibu khususnya mengenai IVA Test ini. Untuk kegiatan IVA Test ini sangat bermanfaat untuk kami, ibu-ibu semua yang hadir atau masyarakat Indonesia pada umumnya mengingat kesehatan sangat dibutuhkan oleh warga negara untuk mendeteksi dini agar supaya ibu-ibu tidak kena kanker serviks," jawab Sri.Iriana kemudian mengajak satu guru lainnya bernama Sri Sudati untuk berdialog. Sri Sudati mengajar di SD Negeri 1 Ceper, Klaten. Lantaran dua dari tiga guru yang diajak berdialog bernama awal Sri, Iriana sempat berkelakar. "Namanya Sri semua ya. Cucu saya juga namanya Sri, Sri Narendra," ujar Iriana yang disambut tawa peserta gerakan IVA Tes. "Ke sini buat apa buk?" tanya Iriana kepada Sri Sudati."Kami datang ke sini atas undangan Dinas Pendidkan. Selain itu, kami bersama teman-teman dari pendidikan Ceper khusunya ibu guru sadar pentingnya tentang gerakan IVA Tes dan Sadanis untuk kesetaraan gender. Dalam hal ini kesehatan perempuan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas khususnya pendidikan," kata Sri Sudati.

Rekomendasi