Sartini (36) seorang pembantu rumah tangga (PRT) mendatangi Polda DIY untuk melaporkan kekerasan yang dialami oleh dirinya dan anak balitanya oleh majikan tempatnya bekerja. Sang majikan berinisial AC berulang kali melakukan kekerasan dan penyiksaan terhadap putra Sartini.Putra Sartini, JM (1,5) diduga mengalami tindak kekerasan dan penganiayaan dari AC. JM berulang kali dianiaya, mulai dari ditempeli besi panas, dimasukkan ke dalam kulkas, bahkan dimasukkan ke dalam mesin cuci. Akibatnya, JM saat ini mengalami trauma ketika mendengar suara mesin cuci."Kalau (JM) mendengar suara mesin cuci atau orang teriak, anak saya nangis. Kalau lihat kulkas juga (nangis)," kata Sartini saat ditemui di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polda DIY, Kamis (17/11).Sartini yang sudah bekerja di rumah pelaku sejak 2014 ini berharap polisi menghukum berat majikannya. Pasalnya akibat penganiayaan dan kekerasan dari AC, anaknya mengalami trauma. Bahkan akibat penganiayaan AC, beberapa bagian tubuh JM tak lagi berfungsi normal.Kepala Unit PPA Polda DIY, Kompol M Retnowati menjelaskan bahwa dirinya telah melihat hasil pemeriksaan sementara putra Sartini, JM. Ada sejumlah bekas luka di tubuh JM yaitu perut sisi kiri bekas terkena besi panas, kemaluan yang pernah disiram air panas, gigi dipatahkan paksa dengan tang, serta jari kaki yang kini tidak dalam kondisi sempurna."Kita periksakan keseluruhan di RS Bhayangkara Polda DIY. Kami juga akan mendalami lagi kasus ini," jelasnya.Sartini yang merupakan warga Jebres, Surakarta, Jawa Tengah beserta anaknya JM, menjadi korban kekerasan dan penganiayaan dari AC, warga Boyolali, Jawa Tengah, majikannya yang beralamatkan di Jalan Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.Sartini dan JM disekap oleh AC sejak Februari hingga September lalu. Sartini akhirnya bisa lolos dari penyekapan pada bulan November dan memberanikan diri melaporkan AC ke polisi pada 15 November.
Majikan di Yogya diduga masukkan anak PRT ke mesin cuci dan kulkas
Majikan di Yogya diduga masukkan anak PRT ke mesin cuci dan kulkas. Akibat kejadian tersebut, korban kini trauma jika mendengar suara mesin cuci. Selain itu korban juga mengalami cacat diduga dianiaya pakai besi panas dan tang.
Rekomendasi