Badan Pusat Statistik melansir hasil survei kepuasan jemaah haji 2016. Hasilnya, indeks kepuasan jemaah haji mencapai 83,83 persen atau tergolong memuaskan. Angka ini naik dibanding tahun lalu.
"Indeks kepuasan secara keseluruhan sebesar 83,83 persen, dalam kriteria memuaskan dan di atas standar," ujar Kepala BPS Suhariyanto di gedung BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat (15/11).
Aspek pelayanan yang dinilai jemaah haji mulai dari pelayanan petugas kloter, pelayanan petugas non kloter, pelayanan ibadah, pelayanan akomodasi, pelayanan transportasi bus, pelayanan catering, pelayanan akomodasi/pemondokan dan pelayanan bus armina.
Suhariyanto menyebutkan, kepuasan tertinggi jemaah haji dicapai pada jenis pelayanan yang diberikan petugas kloter. Indeks kepuasan mencapai 86,40 persen. Sementara kepuasan terendah pada jenis pelayanan Transportasi Bus Armina yang mencapai 79,85 persen.
Indeks kepuasan untuk transportasi shalawat mencapai 85,54 persen, kepuasan ibadah menyentuh angka 85,17 persen. Kepuasan jemaah untuk pelayanan bus antar kota mencapai 85,12 persen, sementara untuk pelayanan petugas non kloter hanya 84,27 persen. Indeks pelayanan untuk katering mencapai 82,66 persen, akomodasi/pemondokan sebesar 82,56 persen dan pelayanan bus armina hanya 79,85 persen.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, untuk pelayanan transportasi bus Armina bukan merupakan kewenangan pemerintah Indonesia. Sehingga rendahnya kepuasan jemaah terhadap hal ini bisa dimaklumi. Sementara untuk pelayanan yang lain, meski meningkat dibanding tahun sebelumnya, Kementerian Agama akan tetap melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan jemaah haji agar tahun depan lebih baik.
"Kami sudah ada beberapa langkah meningkatkan layanan, terkait hal hal apa saja yang harus ditingkatkan dan apa yang harus dipertahankan," ujar Lukman.