Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek mengatakan, dalam dua tahun kerja nyata pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK), Kementerian Kesehatan sudah menurunkan angka kematian ibu dari 5.019 orang (2013) menjadi 4.809 orang (2015). Selain itu, angka kematian bayi juga turun dari 23.703 anak (2013) menjadi 22.267 anak (2015)."Capaian lain yaitu angka balita mengalami stunting turun dari 37,2 persen (2013) menjadi 29,6 persen (2015)," ujar Nila dalam memaparkan hasil capaian kerja dua tahun Jokowi-JK dengan tema 'Pembangunan Manusia' di Gedung Bina Graha, Kementrian Sekretariat Negara, Jalan Veteran III Nomor 17, Jakarta Pusat, Senin (24/10).Sejalan dengan Nawa Cita Jokowi membangun dari daerah pinggiran, Kementerian Kesehatan sudah melakukan terobosan untuk pemerataan tenaga kesehataan (Nakes) di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Sejak April 2015, telah ditempatkan sebanyak 838 orang dalam Tim Nusantara Sehat di 158 Puskesmas di DTPK."Pengembangan sumah sakit rujukan juga menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan. Tujuannya adalah agar terjadi pemerataan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan menurut kompetensi Faskes tersebut," jelas Nila.Selain itu, Nila mengklaim pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) cukup menggembirakan. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, sampai dengan bulan Oktober 2016 tercatat jumlah peserta JKN sebesar 169,574.010 juta jiwa atau kurang lebih 66,11 persen dari total penduduk tahun 2016 sebesar 256.511.495 jiwa.Perkembangan lain yang cukup menggembirakan, ujar dia, semakin banyak fasilitas kesehatan yang ikut dalam program JKN. Data dari BPJS Kesehatan sampai dengan Oktober 2016, jumlah fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS kesehatan untuk melayanani peserta JKN berjumlah 25.828 fasilitas kesehatan, yang terdiri dari 20.531 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 2.001 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), 2.047 apotik, 956 optika dan 256 laboratorium."Sampai dengan bulan Januari 2016, pelayanan penyakit katastrofik di era JKN menghabiskan biaya klaim sebesar Rp 74,3 milyar dengan pemanfaatan tertinggi pada penderita penyakit Jantung yaitu 905.223 penderita dan biaya klaim sebesar 6,9 T," tuntasnya.
2 Tahun Jokowi-JK, Menkes klaim angka kematian ibu dan anak turun
Selain itu, Nila mengklaim pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) cukup menggembirakan. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, sampai dengan bulan Oktober 2016 tercatat jumlah peserta JKN sebesar 169,574.010 juta jiwa atau kurang lebih 66,11 persen dari total penduduk tahun 2016 sebesar 256.511.495 jiwa.
Advertisement
Rekomendasi