Polres Kabupaten Bener Meriah, Aceh telah menangkap aktor intelektual pelaku ledakan mobil innova, Minggu (18/9) sekira pukul 16.30 WIB yang mengakibatkan dua korban meninggal dunia. Otak pelaku pembunuhan berencana itu berinisial SZ (35), melakukan ini karena dendam pribadi terlibat kasus asmara.Tersangka SZ ditangkap di rumah pamannya, Hendri, anggota TNI yang bertugas di Kodim Aceh Tengah sekira pukul 21.40 WIB. Tersangka merupakan istri siri seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Bener Meriah berinisial MI (50) yang bertugas sebagai PNS di Puskesmas Lampahan, Timang Gajah Bener Meriah.Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan mengatakan, kasus pembunuhan berencana ini dilakukan oleh tersangka SZ yang telah ditangkap, tak lain adalah istri siri MI. Dari hasil penyelidikan polisi mengerucut, tersangka SZ merupakan otak dari pelaku peledakan dalam mobil dinas anggota DPRK Bener Meriah tersebut."Ini masalah keluarga terhadap anggota dewan Bener meriah itu berinisial M. Tersangka SZ adalah istri siri dari anggota dewan tersebut," kata Kombes Pol Goenawan Mapolda Aceh, Senin (19/9.Sedangkan eksekutor berinisial AF (26) merupakan adik tersangka SZ, masih buron dan telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Bener Meriah. Sedangkan tersangka SZ, sebagai yang memberi perintah sudah ditahan di Mapolres Bener Meriah."Tersangka SZ meminta AF untuk mengikuti mobil yang ditumpangi keluarga istri pertama MI. Sebagaimana pengakuan SZ, ia perintahkan AF untuk membalas sakit hati kakaknya, terutama pada Aulia Fahmi, karena ada masalah pribadi," jelasnya.Sebelumnya, MI sekira pukul 09.00 WIB sempat menelepon MI untuk menanyakan kabarnya. Saat itu, sebut Kombes Pol Goenawan, tersangka SZ menanyakan keberadaan istri pertama MI. "MI menjawab bahwa istrinya itu sedang berada di Bireuen sedang menuju Bener Meriah dengan Aulia Fahmi dengan mobil kijang Innova," sebutnya.Mendapatkan informasi tersebut, SZ kemudian menghubungi AF memberitahukan bahwa Aulia Fahmi yang kemudian meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan. Tersangka SZ pun meminta tersangka AF agar membuntuti mobil tersebut dan sampai di Gampong Menderek, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Bener Meriah, terjadilah peledakan mobil sekira pukul 16.30 WIB.Akibatnya enam orang mengalami luka berat dan satu orang meninggal dunia di tempat. Korban luka berat adalah Aulia Fahmi (24) yang meninggal dunia di rumah sakit, PR (10), Nurma, Sertu Husaini, Fauziah, Intan dan Nana Kibi meninggal di tempat kejadian, karena mengalami luka parah di kaki sebelah kanan dan kepala.Setelah dilakukan eksekusi peledakan bom mobil innova pelat merah BL 136 Y, buron AF sempat ke rumah SZ sekira pukul 18.00 WIB memberitahukan telah mengeksekusi. Sampai di rumah, SZ sempat bertanya "gimana sudah dik" dan AF menjawab "sudah saya lakukan kak dan lihat saja nanti kabarnya"."Menyangkut dengan bahan peledak, hingga sekarang belum bisa kita pastikan, karena AF belum ditangkap dan ini perlu ada uji khusus untuk bisa mengetahui jenis bahan peledak," tukasnya.Polisi menjerat kedua pelaku tersebut pasal 340 Jo 338 KUHP dan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, kasus pembunuhan berencana dengan menggunakan senjata api dan bahan peledak.
Istri siri otak pelaku peledakan mobil anggota dewan, motif asmara
Istri siri otak pelaku peledakan mobil anggota dewan, motif asmara. Istri siri memiliki dendam pribadi dengan istri pertama anggota dewan di Aceh. Si istri siri meminta bantuan adiknya untuk melampiaskan dendam tersebut.
Advertisement
Rekomendasi