Sungai Pelimpahan meluap, jalur Cilacap-Pangandaran putus

Sungai Pelimpahan meluap, jalur Cilacap-Pangandaran putus. Seorang warga yang tinggal di Sidareja, Fadli (35) melaporkan banjir juga kembali terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Sidareja seperti di Desa Gunungreja, Sidareja, dan Sidamulya. Ketinggian air berkisar satu meter hingga 50 cm dan merendam rumah warga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sungai Pelimpahan meluap, jalur Cilacap-Pangandaran putus
banjir. http://merdeka.com

Akibat hujan deras yang terjadi sejak Jumat (16/9) hingga Sabtu (17/9) pagi, ruas jalan penghubung antara Cilacap, Jawa Tengah menuju Pangandaran Jawa Barat terputus. Putusnya jalur yang menghubungkan dua provinsi di jalur selatan tersebut terjadi saat Sungai Pelimpahan di Desa/Kecamatan Patimuan Cilacap yang merupakan anak Sungai Citarum meluap hingga ke jalan raya.Kepala Desa Patimuan, Icuk Sudiarto mengemukakan luapan air sungai Pelimpahan terjadi sejak pukul 13.00 WIB. Diperkirakan, ketinggian air mencapai dua meter. "Saat ini arus lalu lintas putus. Bahkan, ada empat kendaraan yang terjebak, tiga kendaraan roda empat dan satu dump truck. Tetapi, semua penumpang sudah terevakuasi dari kendaraan," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (17/9).Icuk mengemukakan, saat ini pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap sudah menurunkan perahu karet di lokasi. Lebih jauh, ia menuturkan meluapnya Sungai Pelimpahan saat ini merupakan yang paling besar. "Biasanya tidak seperti ini, akibatnya antrean panjang kendaraan mengular hingga satu kilometer. Dan jalur ini tidak bisa dilalui," ucapnya.Ia mengemukakan, luapan sungai tersebut terjadi karena hujan yang terjadi di kawasan Ciamis, Tasikmalaya dan Banjar Jawa Barat. Dampaknya, luapan air membuat tanggul di sepanjang sungai tersebut jebol."Ini seperti banjir kiriman dari wilayah sana. Karena tadi pagi wilayah sana hujan deras. Kalau di daerah Patimuan hujannya tadi malam," katanya.Meski begitu, ia mengemukakan banjir tidak sampai ke permukiman penduduk di desanya. Saat ini, lanjut Icuk, warga Patimuan masih berusaha membuat tanggul darurat menggunakan karung berisi pasir. "Saat ini belum ada penurunan air yang banjir," ujarnya.Sebelumnya, Kepala BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy menyampaikan beberapa wilayah di kawasan Cilacap bagian barat terendam banjir dan longsor di beberapa pemukiman warga."Kejadian banjir terjadi di Desa Purwasari Kecamatan Wanareja akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum di wilayah tersebut sepanjang 40 meter. Akibatnya, banyak halaman rumah yang tergenang hingga ketinggian 30 centimeter," ujarnya.Selain itu, lanjut Komara, bencana longsor juga terjadi di Desa Bantar Kecamatan Wanareja sekitar pukul 03.30 WIB hingga menimpa salah satu rumah warga setempat."Laporan serupa juga kami terima dari Desa Madura Kecamatan Wanareja yang mengabarkan terjadinya bencana longsor sepanjang tujuh meter dengan ketinggian 2,5 meter merusak sebagian bangunan rumah warga yang tinggal di dekat longsoran," ujarnya.Seorang warga yang tinggal di Sidareja, Fadli (35) melaporkan banjir juga kembali terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Sidareja seperti di Desa Gunungreja, Sidareja, dan Sidamulya. "Ketinggian air berkisar satu meter hingga 50 centimeter dan merendam rumah warga," ujarnya.

Rekomendasi