Pengikut aliran Alif Rebo Wage (Aboge) di Desa Kracak Kecamatan Ajibarang menggelar makan bersama usai Salat Idul Adha yang dilaksanakan pada Rabu (14/9) pagi. Salat Idul Adha yang dilaksanakan di Mushola Al Ikhlas Desa Kracak.Salah satu warga pengikut Aboge Desa Kracak, Jamang Sudiworo, mengatakan setiap tahun di tempatnya memang menggelar salat Idul Adha bagi pengikut Aboge. "Memang waktunya agak berbeda dari yang lain. Tapi, kami sudah terbiasa," ujarnya, Rabu (14/9).Sama seperti penganut Islam lainnya, penyembelihan hewan kurban dilakukan usai Salat Idul Adha. Daging kurban tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar."Biasanya, setelah Salat Idul Adha kami makan bersama dengan jamaah lainnya," sambung Jamang.Tak hanya di Desa Kracak, Ajibarang Banyumas, ratusan penganut Aboge di Desa Onje Kecamatan Mrebet Purbalingga menggelar Salat Idul Adha di Masjid Sayyid Kuning. Dalam kesempatan tersebut pemuka Islam Aboge Desa Onje, Kiai Maksudi menjelaskan, perbedaan waktu Idul Adha dengan penganut Islam lainnya."Ini berdasarkan hitungan dari zaman Mataram, Sultan Agung tahun 1288 dan diikuti hingga sekarang," jelasnya.Hitungan tersebut, juga sesuai dengan perhitungan yang dilakukan penganut Aboge di sejumlah wilayah yang tersebar di Banyumas. Untuk wilayah persebaran penganut Aboge di Purbalingga, yang terbesar berada di Desa Onje.Dalam kesempatan tersebut, penganut Aboge Desa Onje menyembelih hewan kurban sebanyak sembilan ekor kambing. Daging hewan kurban tersebut, nantinya dibagikan kepada masyarakat dari kalangan tidak mampu.
Usai Salat Idul Adha, pengikut Aboge makan bersama
"Memang waktunya agak berbeda dari yang lain. Tapi, kami sudah terbiasa," kata salah satu pengikut Aboge.
Rekomendasi