Junjung kearifan lokal, Universitas Muria Kudus kurban kerbau

Pilihan tidak menyembelih sapi bagi masyarakat Kudus, merupakan salah satu manifestasi toleransi ajaran Sunan Kudus.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Junjung kearifan lokal, Universitas Muria Kudus kurban kerbau
Kurban kerbau di Kudus. ©handout/Universitas Muria Kudus

Pilihan tidak menyembelih sapi bagi masyarakat Kudus, merupakan salah satu manifestasi (wujud) toleransi yang diajarkan oleh Kanjeng Sunan Kudus pada masanya. Hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada penganut non muslim yang menghormati sapi.Hal itu masih dipegang oleh kebanyakan masyarakat Kudus hingga sekarang, tak terkecuali dalam perayaan Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Pada Hari Raya Kurban, kambing dan kerbau pun menjadi hewan untuk kurban, sebagaimana yang dilakukan oleh Universitas Muria Kudus (UMK).

Kurban kerbau di Kudus ©handout/Universitas Muria Kudus

Manajer Yayasan Pembina (YP) UMK, Zamhuri, mengatakan, pihaknya akan mencoba mentradisikan memilih kambing dan kerbau sebagai hewan kurban, untuk menjunjung kearifan lokal yang berlaku di Kota Kretek ini."Alhamdulillah, tahun ini UMK bisa berkurban tiga ekor kerbau dan dua ekor kambing," ujarnya di sela-sela prosesi penyembelihan hewan kurban di halaman belakang UMK, Senin pagi (12/9).Rektor UMK, Dr Suparnyo, mengemukakan kerbau menjadi pilihan untuk berkurban, selain untuk menjunjung kearifan lokal (tradisional) Kota Kudus, karena ada pesan tersirat dari sana.

Kurban kerbau di Kudus ©handout/Universitas Muria Kudus

"Islam tidak mengharamkan menyembelih sapi, sehingga tidak mungkin Sunan Kudus melarang menyembelih sapi. Hanya saja, karena dulu banyak non muslim yang menganggap sapi itu suci, maka Sunan Kudus mengimbau masyarakat, khususnya yang sudah memeluk Islam, tidak menyembelihnya untuk menjaga perasaan masyarakat yang menganggap sapi sebagai hewan suci," ungkapnya.Lebih lanjut Suparnyo menambahkan, dengan 'imbauan' tidak menyembelih sapi itu, Sunan Kudus pun secara tidak langsung telah meletakkan pondasi nilai-nilai toleransi dalam kehidupan masyarakat di Kabupaten Kudus. "Pesan toleransi ini sungguh luar biasa, maka sudah semestinya dilestarikan oleh masyarakat di masa-masa kemudian atau generasi penerus saat ini," katanya.

Rekomendasi