SG (55), dokter bedah gadungan ditangkap petugas Satreskrim Polres Serang. Sebelum diamankan, SG diketahui masih bekerja sebagai pembantu dokter bedah ringan di RSUD Drajat Prawiranegara, Serang, Banten."Kita hanya tahu SG masih menjalankan tugas sebagai pembantu dokter bedah ringan, pada Sabtu (3/9), sehari sebelum ditangkap. Dia bekerja di Layanan Bedah Sehari (One Day Surgery), tugasnya membantu dokter bedah ringan," kata Direktur RSUD Dr Drajat Prawiranegara, Agus Gusmara, Kamis (8/9).Terkait peralatan kesehatan yang dipakai SG, Agus tidak mengetahui dengan pasti. Apakah alat-alat tersebut didapat dari rumah sakit atau membeli di luar."Kalau alatnya dapat dari kita, pastinya tanpa sepengetahuan kita. Tapi bisa saja dia beli. Yang jelas di rumah sakit tidak ada alat yang dibawa ke rumah," ujarnya.Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku telah mengoperasi 125 pasien. Di mana 101 pasien menjalani operasi ringan, 24 pasien lain operasi berat.Biaya operasi ringan dipatok dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta. Sedangkan operasi berat pelaku mematok harga Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta.Bahkan satu pasien berinisial SH (50), warga Sayar, Kota Serang, diketahui meninggal dunia pada 6 Juni 2014 setelah di operasi oleh SG karena penyakit hernia.SG sendiri ditangkap petugas saat sedang melakukan operasi di Klinik Prima Medika, di Lingkungan Kuranji Kidul, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
sebelum ditangkap, dokter gadungan masih bekerja bantu dokter bedah
SG sudah melakukan operasi ilegal kepada 125 pasien.
Rekomendasi