Penculik mahasiswi Unsoed kembali ditangkap, tiga masih buron

Penangkapan tersebut dilakukan tak jauh dari lokasi tertangkapnya pelaku Wahyu.

Chandra Iswinarno
Oleh Chandra Iswinarno - Reporter
Penculik mahasiswi Unsoed kembali ditangkap, tiga masih buron
Sofia Nur Atalina. ©istimewa

Setelah berhasil menyelamatkan Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (FK Unsoed), Sofia Nur Atalina (21) dan menangkap satu pelaku penculikan atas nama Wahyu Budiarto (24), petugas kepolisian kembali menangkap satu penculik lainnya, Deni Prianto (35) alias Pepen, Kamis (8/9). Deni merupakan warga asal Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Banjarnegara Jawa Tengah.Penangkapan tersebut dilakukan tak jauh dari lokasi tertangkapnya pelaku Wahyu. Dari informasi yang didapat, penangkapan Deni dilakukan di Dusun Cipari Desa Bojongsari Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Petugas dari Kepolisian Resor (Polres) Ciamis bersama petugas dari Polres Banyumas menangkap tersangka sekitar pukul 11.00 WIB."Penangkapan ini diawali dari kecurigaan warga, karena ada orang asing yang mencurigakan. Setelah itu, warga melapor ke petugas setempat dan setelah diperiksa ternyata orang tersebut termasuk tersangka penculikan yang kami cari," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyumas, Ajun Komisaris Andi Kadesma, Kamis (8/9).Andi mengemukakan, dalam proses penculikan tersebut, tersangka Deni bertugas menjadi sopir mobil Honda Brio warna merah milik Sofia yang ikut dibawa kabur. Dugaan sementara, lanjut Andi, kemungkinan besar Deni merupakan otak penculikan yang dilakukan secara acak di depan kampus FK Unsoed pada Rabu (7/9) sore. "Dugaan sementara, ada indikasi kalau tersangka ini adalah otak penculikannya. Tetapi, kami masih belum bisa memberikan keterangan secara mendetail," ujarnya.Meski begitu, saat ini tersangka sedang diperiksa secara intensif untuk mendalami penyelidikan peristiwa penculikan yang dilakukan kepada mahasiswa semester V jurusan kedokteran umum FK Unsoed. Dengan demikian, saat ini petugas masih melakukan pengejaran terhadap tiga pelaku lainnya yang masih buron. Tersangka yang masih buron tersebut, yakni OO, Dion dan Wulung.Menurut infomasi yang dihimpun, penculikan tersebut tergolong nekat karena dilakukan di tengah suasana ramai. Kejadian penculikan yang menimpa Sofia terjadi di depan gerbang kampus FK Unsoed sekitar pukul 15.30 WIB. Dari penuturan saksi mata, korban sempat dibekap dan langsung dibawa ke dalam mobil honda Brio miliknya, kemudian melarikan mobil yang ditumpangi pelaku lainnya tersebut ke arah utara. Sedangkan, satu mobil pik up jenis L 300 yang digunakan pelaku untuk memantau situasi juga kabur ke arah selatan Jalan Dr Gumbreg, Mersi Purwokerto Timur. Setelah dilakukan pengejaran, petugas berhasil menangkap satu pelaku dan membebaskan korban penculikan kurang dari 12 jam dengan bantuan tukang ojek. Dari pengakuan orang tua Sofia, Masruri, anaknya sempat meminta uang untuk ditransfer ke rekeningnya sebesar Rp 60 juta, tak lama setelah kejadian berlangsung, melalui telepon."Katanya, saat ditelepon anak saya minta duit Rp 60 juta. Soalnya karena kecelakaan. Tetapi dari nada suaranya, saya mendengar seperti dalam tekanan, sehingga saya melapor ke markas polisi terdekat. Kebetulan yang paling dekat dari rumah ya Polres Cilacap," jelasnya.Lebih jauh, Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Gidion Arif Setyawan mengatakan hingga saat ini, pihaknya sudah memiliki beberapa barang bukti seperti satu tali yang digunakan untuk mengikat korban, satu kaos untuk menutupi wajah korban dan mobil korban yang sempat dibawa kabur pelaku. "Ini merupakan kriminal murni penculikan dengan kekerasan. Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya," ujarnya.

Rekomendasi