Selain Bupati Banyuasin, KPK juga amankan 2 pejabat dan kontraktor

Bupati Yan Ferdian langsung diberangkatkan ke Jakarta oleh petugas KPK.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Selain Bupati Banyuasin, KPK juga amankan 2 pejabat dan kontraktor
Ilustrasi KPK. ©2014 Merdeka.com

Selain Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mengamankan dua pejabat lain di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin dalam operasi tangkap tangan (OTT). Ada juga seorang kontraktor yang belum diketahui identitasnya.Kedua pejabat tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin, Umar Usman, dan Kepala Rumah Tangga Pemkab Banyuasin, Rustamin alias Darus. Semuanya sudah diterbangkan ke Jakarta.Informasi yang dihimpun, awalnya KPK juga sempat membawa Sekretaris Daerah Banyuasin, Firmansyah ke Mapolda Sumsel. Namun, Firmansyah tidak turut digiring ke Jakarta.Saat masuk ke mobil bus Brimob Polda Sumsel untuk menuju Jakarta, Yan Anton Ferdian enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Dia hanya mengucapkan permohonan maaf berulang-ulang."Maaf ya, maaf ya, maaf ya, permisi," singkat Yan Anton.Yan Ferdian langsung diberangkatkan petugas KPK sore ini. Putra mantan Bupati Banyuasin sebelumnya Amiruddin Inoed ini tiba di Mapolda Sumsel sekitar pukul 14.00 WIB bersama Kadisdik Umar Usman, seorang kontraktor, Kabag Anggaran Rumah Tangga Pemkab dan Sekda Banyuasin Firmansyah.Kemudian pada pukul 17.00 WIB, tim KPK membawa bupati ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan dikawal sejumlah mobil Brimob Polda untuk diberangkatkan ke Jakarta.Kepala Bidang Humas KPK Yuyuk Andriati membenarkan bahwa terjadi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah di sebuah kabupaten."Mengenai kabupatennya, siapa bupatinya, berapa orang yang ditangkap, dan terkait kasus apa, KPK akan menggelar konfrensi pers Senin (5/9)," kata Yuyuk melalui pesan singkat.Informasi yang beredar, penangkapan itu diduga terkait kasus perizinan ilegal. Terkait itu, Sekda Banyuasin Firmansyah yang turut mendampingi bupati saat berada di Mapolda enggan mengklarifikasi."Saya tidak tahu ini terkait kasus apa, saya hanya menemani dan saat penjemputan saya berada dalam mobil yang berbeda," kata Firmansyah yang tidak masuk dalam rombongan ke Jakarta.

Rekomendasi