Desakan terus berdatangan kepada pihak Kemenkum HAM, agar video testimoni Fredi Budiman yang diambil sehari sebelum bos narkoba itu dieksekusi mati, diungkapkan kepada publik. Ketua DPR Ade Komarudin pun menegaskan, informasi yang amat berharga semacam itu, harus benar-benar ditindaklanjuti secara mendalam."Itu informasi yang sangat berharga. Yang jelas kan saya sudah minta, itu harus di dalami dengan baik," kata Ade di gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (25/8).Selain kesaksian Koordinator KontraS Haris Azhar dan video testimoni Fredi Budiman yang direkam oleh pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM, Ade juga menekankan agar informasi apapun yang didapat dari berbagai pihak, haruslah didalami dan ditindaklanjuti.Sebab, lanjut Ade, hal ini bisa menjadi petunjuk bagi upaya-upaya untuk memberantas jaringan peredaran narkotika, termasuk yang melibatkan para aparatur negara di dalamnya."Informasi dari siapapun menyangkut hal itu, harus didalami dan ditindak lanjuti," pungkasnya.Diketahui sebelumnya, Koordinator KontraS Haris Azhar, telah mendesak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, untuk membuka video pengakuan mendiang Fredi Budiman tanpa proses penyuntingan.Video berdurasi 30 menit itu diambil dengan handycam sehari sebelum Fredi dieksekusi mati, oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM."Kita tunggu apakah Menkum HAM berani merilis video testimoni Fredi tanpa diedit," katanya, Minggu (14/8).Haris menyatakan, video itu diambil oleh salah satu Staf Ditjen Lapas dengan disaksikan sejumlah orang, yang di dalamnya berisi pengungkapan nama-nama oknum aparat yang terlibat dalam jaringan Fredi Budiman."Dan termasuk disebutkan sejumlah nama," ungkap Haris.
Ketua DPR desak Kemenkum HAM buka video testimoni Fredi Budiman
Ade juga menekankan agar informasi apapun yang didapat dari berbagai pihak, haruslah didalami dan ditindaklanjuti.
Rekomendasi