Sekitar 177 WNI ditangkap di Filipina lantaran hendak berangkat haji menggunakan paspor Filipina. Saat ini mereka masih ditahan di tahanan khusus di Filipina. Kasus jemaah haji yang menggunakan paspor Filipina bukan hal baru. Tahun-tahun sebelumnya juga terjadi. Bahkan tahun ini juga ditemukan di Madinah."Kalau boleh jujur, WNI kita yang memakai kuota Filipina paling banyak ditemukan di Bandara Jeddah. Saya lihat ada 5 orang tahun lalu, dan saya yakin tahun ini ada. Di Madinah ada, kemarin 3 orang tapi totalnya berapa orang, tidak tahu. Pengakuannya gitu, tapi pas saya tanyakan lagi baik-baik, dia keburu kabur," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara PPIH Arab Saudi, Nurul Badruttamam saat dihubungi, Minggu (21/8)."Itu orang Indonesia, wong saya tahu sendiri kok. Cuma pakai paspor Filipina," terang Nurul.Nurul memperkirakan jumlah WNI yang menggunakan paspor Filipina tahun lalu lebih banyak dari tahun ini"Kalau tahun kemarin banyak, ada tiga kali ketemu. Tahun ini baru sekali ketemu di Madinah. Tidak menutup kemungkinan ada juga di Jeddah,"Nurul menyarankan agar para jemaah menggunakan jalur resmi. "Saran kami pakai jalur resmi. Kalau ada WNI jalur nonresmi, sekadar pemantauan, kita tidak bisa karena mereka juga paspornya Filipina," ujar Nurul.Bagi Indonesia, menurut Nurul hal ini jadi pembelajaran. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan daftar antrean panjang jemaah haji Indoensia."Ini bahan pelajaran buat kita bahwa antrean panjang untuk berhaji jadi PR. Jadi oknum-oknum ini memanfaatkan peluang itu tadi untuk mengiming-imingi orang yang pingin banget berangkat haji dengan melalui jalur yang tidak resmi," tutupnya.
WNI pakai kuota haji Filipina ditemukan di Madinah
Nurul memperkirakan jumlah WNI yang menggunakan paspor Filipina tahun lalu lebih banyak dari tahun ini
Advertisement
Rekomendasi