Kedutaan Besar Turki mendesak pemerintah Indonesia menutup sekolah-sekolah swasta didanai yayasan binaan Fethullah Gulen, ulama diklaim sebagai dalang kudeta militer. Sekolah-sekolah itu tersebar di enam provinsi, semua berformat asrama memakai pengantar dwibahasa serta menyediakan beasiswa.Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin mengatakan, penutupan sekolah menjadi hak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan."Sekolah ditutup itu di bawah kemendikbud. Kami tidak mengelola itu. Yang kami kelola (di bawah Kemenag) yakni madrasah, pesantren. Tidak ada satupun madrasah atau lembaga keagamaan kerja sama dengan lembaga yang dilarang Turki," tegas Lukman saat acara pelepasan dan wisuda para penghafal Al Quran di Gedung Bimas Kemenag Tamrin, Jakarta, Selasa (2/8).Namun sepengetahuannya, sekolah-sekolah yang ada berkaitan dengan organisasi ulama Fethullah Gulen, sudah ditutup dan diputus kerjasamanya oleh pemerintah Indonesia."Yang di UIN Ciputat itu sudah lama kita putus Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Gulen. Jadi sudah tidak ada masalah. Kerjasama itu tidak berjalan terlalu lama dan tidak kongkret. Bulan April lalu pemerintah sudah mutus kerjasama dengan sekolah berbasis Gulen dan MoU Pemerintah Turki dengan Pemerintah Indonesia tidak bisa dilakukan lagi," tegasnya."Bahkan saat kerjasama pun program-program sekolah itu tidak berjalan," jelas Lukman.
Menag soal sekolah terafiliasi Gulen: Itu di bawah Kemendikbud
Sepengetahuannya, sekolah yang berkaitan dengan organisasi ulama Fethullah Gulen, sudah ditutup dan diputus kontrak.
Rekomendasi