Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat, Husni Kamil Malik meninggal dunia sekitar pukul 21.07 WIB, di RS Pusat Pertamina, Kamis (7/7). Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengenang Husni Kamil sebagai sosok yang baik dan teguh dalam sikap.
"Serta prinsip untuk kebenaran dan demokrasi," ujar Tjahjo kepada wartawan melalui pesan singkat.
Tjahjo mengaku sering berkomunikasi dengan Husni Kamil. Terutama saat persiapan dan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015. Tjahjo juga tak ragu menyanjung mantan anggota KPU Sumbar tersebut sebagai sosok pekerja keras.
"Sahabat saya selama persiapan dan suksesnya pilkada serentak 2015. Beliau bersama komisioner KPU dan Bawaslu bekerja keras 24 jam agar Pilkada serentak berjalan lancar demokratis dan terbukti," kata Tjahjo.
Politisi PDIP ini menceritakan, beberapa waktu lalu Husni Kamil menyambanginya di Kantor Kemendagri. Husni dan Tjahjo terlibat perbincangan cukup panjang, sekitar 45 menit.
"Pelantikan beberapa Bupati, Provinsi Riau dan Sumut, beliau hadir berfoto bersama. Kita doakan yang terbaik," ucapnya.
Tjahjo berduka cita atas kepergian Husni. Dia mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik.
Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat, Husni Kamil Manik meninggal setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kamis (7/7), sekitar pukul 21.07 WIB. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 19 Juli 1975 ini, meninggal karena sakit komplikasi yang dideritanya.
"Saya tidak paham betul juga infonya tapi saya bicara siang dengan dokter katanya ada infeksi sistemik," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay dalam pesan singkatnya kepada wartawan.
Hadar mengaku sempat melakukan komunikasi dengan Husni Kamil Manik pada siang harinya. Namun pada petang harinya, ia mendapat kabar bahwa kondisi menurun.
"Saya komunikasi terakhir jam setengah 1. Kemudian kondisi drop jam 7. Kemudian ditangani dan stabil tapi ternyata dapat info jam 9 (meninggal)," kata Hadar.