Ketua ICMI: Kalau mau masuk surga bukan dengan bom bunuh diri

Pelaku teror bom bunuh diri di sejumlah tempat salah mengartikan ajaran agama.

Marselinus Gual
Oleh Marselinus Gual - Reporter
Ketua ICMI: Kalau mau masuk surga bukan dengan bom bunuh diri
Bom di Polresta Solo. ©2016 merdeka.com/istimewa

Aksi bom di masjid Nabawi Arab Saudi dan di depan Mapolresta Solo mengundang kecaman dari pelbagai pihak. Termasuk Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie yang menyebut teroris sebagai manusia tak beragama dan tak mengakui Tuhan.

"Masalah terorisme ini serius. Jangan sampai terorisme dipersepsikan keliru. 'Terrorist has no religion, terrorist not believe in God' tidak percaya Tuhan, hanya percaya dirinya sendiri," kata Jimly saat open house di rumahnya, Jakarta Selatan, Kamis (7/7).

Dalam pandangannya, pelaku teror bom bunuh diri di sejumlah tempat salah mengartikan ajaran agama. Termasuk soal mati syahid. Jimly menegaskan, tidak ada satupun agama di dunia ini mengajarkan masuk surga dengan cara aksi bunuh diri terlebih sambil melakukan teror.

"Kalau mau masuk surga mari bareng-bareng mengajak orang dengan cara baik. Surga di akhirat itu harus digapai dengan terlebih dulu menggapai surga dunia," katanya.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ini menegaskan, orang yang bunuh diri justru akan masuk neraka. Pemuka agama perlu menyebarluaskan pemahaman ini kepada umatnya.

"Menurut saya pribadi pikiran mati syahid dengan bunuh diri itu hanya kesimpulan manusia. Bunuh diri tidak bisa membawa orang menjadi syahid, tapi hanya akan masuk neraka," kata Jimly.

Rekomendasi