Dua jenazah yang ditemukan tergeletak di saluran air di Kabupaten Malang, telah diambil oleh keluarganya. Jenazah tersebut dibawa dengan sebuah ambulans yang langsung menuju rumah asal korban.Kedua jenazah diketahui bernama Muhammad (60) dan Asri (30) beralamat di Kanni, Macinnae, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan."Sekitar pukul 12.00 WIB keluarganya mengambil jenazahnya," kata Imam Wahyudi, petugas jaga kamar mayar Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, Kamis (23/6).Salah satu keluarganya, Abdullah Muhamad mengungkapkan, bahwa pihak keluarga dihubungi oleh petugas kepolisian. Keluarga kaget karena mendadak mendapat kabar kalau ayah dan anak itu ditemukan meninggal dunia.Sesuai petunjuk, keluarga langsung mengurus kebutuhan jenazah dan sekitar pukul 12.00 WIB membawa pulang ke kampung halaman. Sebanyak tujuh orang kerabat ikut mendampingi pemulangan jenazah."Asri sudah punya anak 2, kalau Haji Mamat sehari-hari usaha jual mobil. Keduanya bapak dan anak," kata Abdullah.Keluarga mengaku kalau sejak Rabu (8/6) korban meninggalkan rumah hendak menuju ke Malang. Namun seminggu kemudian keluarga korban kehilangan kontak. Keluarga baru tahu setelah Rabu (22/6) pukul 16.00 WIT dihubungi pihak kepolisian.
Kedua korban meninggalkan kampung halamannya bersama seorang paranormal. Keberadaan mereka di Malang urusan menjual berlian dan bongkahan emas milik paranormal tersebut."Keluarga sebenarnya tidak memperbolehkan. Karena itu, didampingi anaknya. Anaknya, Asri disuruh ikut," kata Abdullah Muhamad.Saat berangkat, korban membawa uang tunai Rp 25 Juta dan buku rekening. Paranormal tersebut mengaku memiliki sebuah bongkahan emas. Diduga korban menjadi korban pembunuhan bermotif uang.Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro saat dihubungi mengatakan, masih mencari titik terang penyebab kematian korban. Pihaknya masih melakukan pengembangan dari setiap informasi yang diperoleh."Kami masih berusaha mengungkap misteri penyebab kematian korban. Hingga saat ini kita masih bekerja," kata Adam, Kamis (23/6).