Salah satu tersangka kematian Eno Fahrihah, RAr alias Rahmat Arief (24), tiba-tiba memberi kesaksian mengejutkan bahwa RAl alias Alim (15) tak terlibat dalam kematian Eno. Hal itu diungkapkan RAr saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (8/6) kemarin.Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto pun menepisnya. Kepada penyidik, RAr mengaku bahwa kesaksiannya itu berbohong."Dia berbohong. Semua kesaksian di Pengadilan itu berbohong," kata Budi di Polda Metro Jaya, Kamis (9/6).Adapun pengakuan RAr, ungkap Budi selaku tim yang bertugas dalam mengungkap kasus ini, bahwa RAr mengaku dipaksa Alim untuk berbohong. Bersama Rar dan IH alias Imam (tersangka lainnya), Alim sudah merencanakan hingga memilih nama alibi Dimas untuk mengungkapkan bahwa bukan Alim lah pelakunya."Kami kan tidak ikut di persidangan, itu urusan dia cuma yang jelas si Arief (RAr) kemarin penyidik tanya kenapa keteranganmu berbeda. Dia menjelaskan kepada penyidik bahwa dia menyesal telah berbohong waktu di sidang. Kenapa? Karena disuruh si Alim, karena Alim berupaya lolos dari jerat hukum, Alim mempengaruhi Arief untuk berbohong, " paparnya.Dengan berbohong tersebut, baik RAr maupun IH, mereka pun dijanjikan Alim bahwa jika Alim berhasil lolos dan dinyatakan bebas tuduhan, maka selanjutnya Alim akan balas budi dengan membantu keduanya bebas juga."Namun jika tidak, keduanya diancam akan dipukulin oleh teman-temannya Alim saat mereka bebas. Jadi ini lah mengapa Arief berbohong," ucapnya."Tapi ya enggak apa-apa ngomong aja suka-suka (sampai berbohong), itu bebas. Jadi sekarang Jessica ngaku enggak? Enggak kan? Ya sudah. Jessica eaja nggak ngaku. Pollycarpus ngaku enggak? Sampe vonis ngaku enggak? Enggak kan. Ya sudah. Semua itu hak terdakwa, haknya dia. Kita buktikan saja di persidangan," tutupnya.
Terdakwa pembunuhan Eno ngaku bohong saat sidang karena diancam
Di hadapan polisi, terdakwa Rahmat mengaku menyesal berbohong di persidangan.
Advertisement
Rekomendasi