Kasus pembunuhan seorang tokoh ormas Laskar Bali, Dewa Gede Artawan, di Banjar Dentiyis, Desa Batuan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Jumat (3/6) lalu, oleh sejumlah pria bercadar di Gianyar masih didalami. Bahkan kabarnya, buat mengungkap kasus itu, tim dari Mabes Polri harus turun tangan.Tentu saja kabar ini menimbulkan pertanyaan bagi sejumlah kalangan masyarakat di Bali. Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto, menyatakan telah membentuk tim khusus.Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto mengatakan, tim khusus itu terdiri dari anggota Polres Gianyar, Dit Reskrimum, dan intelijen Polda Bali dibantu oleh ahli teknologi informasi Mabes Polri."Tim IT Mabes Polri ini akan melacak komunikasi di sekitar TKP," kata Hery di Mapolda Bali, Selasa (7/6).Dikatakan Hery, melacak komunikasi menurutnya berbeda dengan penyadapan. Namun, dia enggan menjelaskan rinci sampai sejauh mana proses penyelidikan saat ini."Jadi, pembicaraan-pembicaraan di sekitar tempat kejadian bisa dideteksi ulang sehingga harus minta bantuan Mabes Polri. Saya tidak bisa menjelaskan secara rinci ke publik karena kepentingan penyelidikan," ujar Hery.Hingga saat ini, tim khusus belum mengenali pelaku pembunuhan itu. apakah Termasuk berlatar kelompok ormas atau bukan. Begitu juga dengan pemeriksaan kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Polisi tidak mengetahui nomor kendaraan dipakai para pelaku. Saat ini, lanjut Hery, polisi menggandeng TNI buat meningkatkan pengamanan. Selain itu, anggota telik sandi dikerahkan memantau kegiatan kelompok ormas.Hery meminta pimpinan ormas supaya mengendalikan anggotanya, supaya jangan sampai ada korban jiwa lagi.
Mabes Polri sampai turun tangan usut pembunuhan pentolan ormas Bali
Tim dilibatkan adalah ahli TI dari Mabes Polri. Mereka bakal mengusut lalu lintas komunikasi di TKP.
Rekomendasi