Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menyelesaikan pemeriksaan sampel darah, rambut dan urine milik Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud. Untuk sampel darah dan urine, Dirwan dinyatakan positif. Sedangkan, sampel rambut BNN belum mau mengungkapnya secara gamblang."Kasus narkoba Bengkulu sudah diperiksa verbal dan laboratorium. Untuk barang bukti yang ditemukan di ruang kerja bupati itu benar sabu dan ekstasi. Sementara hasil laboratorium rambut dan darah akan disampaikan sendiri oleh Kepala BNNP Bengkulu," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari di BNN, Jakarta, Rabu (18/5).Arman mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman perihal kepemilikan barang haram tersebut. Sehingga, lanjut dia, jika semuanya sudah rampung, BNN berjanji bakal menjelaskannya secara rinci."Kalau semua sudah lengkap dan jelas posisinya, keadaannya sebenarnya seperti apa, nanti pasti akan disampaikan. Ini masih dalam penyelidikan," terang dia.Sebelumnya, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso menyatakan bila hasil pemeriksaan rambut keluar dan dinyatakan positif, pihaknya tidak segan-segan menjerat Dirwan."Artinya kalau beliau nanti positif, kami hubungkan positifnya dengan temuan barang bukti di sana. Ya berarti memang salah satunya beliau ya to," kata Budi beberapa waktu lalu.Namun, jika hasilnya negatif, BNN tetap mencari tahu asal usul sabu dan ekstasi tersebut. Termasuk, mencari tahu kenapa narkoba itu ada di ruang kerja Dirwan.
BNN masih rahasiakan hasil sampel rambut Bupati Bengkulu
Untuk sampel darah dan urine, Dirwan dinyatakan positif.
Advertisement
Rekomendasi