Begini pemerkosa anak di Kediri melancarkan aksinya

Korban yang sudah dicabuli oleh pelaku kemudian diminta untuk mengajak temannya lagi yang masih perawan.

Ronauli Manondangi Margareth
Begini pemerkosa anak di Kediri melancarkan aksinya
Salah satu korban pemerkosaan yang diduga dilakukan Koko. ©2016 Merdeka.com

Satu per satu puluhan korban pemerkosaan di Kediri bersuara. Berdasarkan hasil investigasi dan pengakuan korban berinisial AK, dia berkenalan dengan pelaku, Sony Sandra alias Koko, karena dikenalkan oleh "mami" yang juga teman dekat korban (IG).Dalam perkenalan Sony ke para korbannya, dia selalu mengaku bernama Koko, yang tinggal di Pare Kabupaten Kediri. Pelaku selalu mengakui dirinya masih bujangan.Cara pelaku mencabuli para korbannya yakni dengan cara sistem Multi Level Marketing (MLM). Korban yang sudah dicabuli oleh pelaku kemudian diminta untuk mengajak temannya lagi yang masih perawan.Pelaku selalu mengajak korbannya ke hotel Bukit Daun. Di Hotel itu, korban disuruh minum pil antihamil. Ketika pil tersebut mulai beraksi, korban nantinya akan mengalami pusing, badan lemas, tangan dan kaki keram, serta mau muntah. Korban tidak boleh memuntahkan pil tersebut. Jika terpaksa muntah, korban akan dipaksa minum pil lagi.Perwakilan Masyarakat Peduli Kediri Ferdinand Hutahaean mengatakan pelaku selalu melakukan pencabulan secara bergiliran, sehingga para korbannya bersama-sama berada dalam kamar hotel tersebut. "Kalau korbannya ada lima orang. Lima orang itu sekaligus dicabuli dia. Pelaku ini sangat biadab," kata Ferdinand, Senin (16/5).Pelaku selalu mencabuli dua atau tiga korban anak di bawah umur dalam satu kamar secara bergantian. Sementara pelaku melakukan aksinya dalam dua tahap atau gelombang dengan diselingi nonton nonton DVD porno.Untuk menutupi aksi biadabnya, pelaku selalu menyuap para korbannya sejumlah uang Rp 50 juta dan sepeda motor. Bahkan pelaku juga tidak segan-segan mengancam korban dan orang tua korban dengan cara menyebarluaskan foto bugil korban atau dibunuh, jika korbannya berani melapor kepihak berwajib. "Pelaku (Sony) ini mengancam korban dan orang tua korban untuk tidak melaporkan kepada polisi. Kalau Korban melapor pelaku akan menyebarkan foto bugil korban atau dibunuh," tutup Ferdinand.

Rekomendasi