Keluarga Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud mengungkapkan sejumlah kejanggalan dengan penemuan narkoba di ruang kerja bupati.Juru bicara keluarga sekaligus sepupu Bupati Bengkulu Selatan, Anwar Hamid mengatakan pihak keluarga telah curiga jauh hari sebelum penggeledahan BNN Provinsi Bengkulu."Ada beberapa kejanggalan yang membuat kami curiga, ada benang merah yang dapat ditarik jauh hari sebelum penggeledahan," ujar Anwar, Kamis (12/5).Sebelumnya, penggeledahan ruang kerja bupati dilakukan BNN Provinsi Bengkulu pada Selasa 10 Mei 2016, dan menemukan barang bukti narkoba."Satu lembar buku tamu dirobek begitu ada penggeledahan, sepertinya ada yang ingin menyembunyikan nama tamu bupati yang berkunjung sebelum penggeledahan," ungkapnya.Bahkan usai temuan barang bukti narkoba, buku tamu pun hilang, dan tidak ada yang mengetahui keberadaan buku itu."Bupati sudah tanyakan pada delapan orang staf yang bertugas. Namun tidak ada yang tahu, ini kan aneh," beber Anwar.Dari penelusuran tim keluarga Bupati Bengkulu Selatan, terungkap kejanggalan lain, yakni empat hari sebelum Senin 9 Mei 2016 televisi sirkuit atau CCTV memantau ruang kerja bupati tidak berfungsi."Dan ini juga tidak diketahui oleh staf, tidak mungkin mereka tidak mengetahui kerusakan itu, hal itu menyebabkan apa saja kegiatan di ruang bupati tidak terpantau," katanya kepada Antara.Pihak keluarga mencurigai beberapa orang telah bersekongkol untuk memasukkan sabu dan ekstasi ke dalam ruang kerja Dirwan, dengan tujuan memfitnah dan ingin menjatuhkan bupati."Kita tidak mau menuding siapa pelaku sebelum semua bukti lengkap, tetapi kami mencurigai beberapa nama serta ada otak pelaku," tutupnya.
Pihak keluarga sebut ada narkoba di ruang Bupati Dirwan rekayasa
Pihak keluarga mencurigai beberapa orang telah bersekongkol memasukkan sabu dan ekstasi ke dalam ruang kerja Dirwan.
Advertisement
Rekomendasi