Polisi deteksi keberadaan dokter aborsi di Bekasi

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera ditangkap,".

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Polisi deteksi keberadaan dokter aborsi di Bekasi
Ilustrasi Dokter Gadungan. ©2016 Merdeka.com

Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat telah mendeteksi keberadaan Dokter Jabat selaku tersangka kasus aborsi ilegal berkedok Klinik Kesehatan Medical Center, Bekasi. Buronan lainnya, yakni Dokter ALD masih dalam pencarian petugas kepolisian.

"Lokasi persembunyiannya sudah kita deteksi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera ditangkap," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Rajiman di Bekasi, Jumat (29/4).

Polresta Bekasi Kota telah membentuk tim untuk menangkap dua buronan kasus aborsi berkedok aborsi ini yang terdiri atas Tim Kejahatan dan Kekerasan, Tim Pencurian Kendaraan Bermotor, Tim Keamanan Negara, Tim Kriminal Khusus, dan Tim Perlindungan Perempuan dan Anak.

Sejauh ini, polisi telah menangkap lima tersangka dalam kasus aborsi, yakni YS, MRYN, NN, KRTN, dan MMN.

"Semuanya pegawai Dokter Jabat dan rekannya Dokter ALD," terangnya.

Sebelumnya, pada Kamis (28/4) polisi menangkap 17 orang dari lokasi penggerebekan di Klinik Kesehatan Medical Center di Jalan Ir H Djuanda, Bekasi Timur.

"Lima di antaranya berstatus tersangka dan sisanya hanya saksi," ungkap Rajiman dikutip dari Antara.

Rajiman mengatakan kepolisian juga akan mendalami hasil rekaman video Closed Circuit Television (CCTV) dari klinik Kesehatan Medical Center, Bekasi.

"CCTV di semua ruangannya sudah kita amankan dan akan segera kita buka," ungkapnya.

Polisi juga sedang meneliti serpihan yang diduga tulang manusia yang ditemukan dari sekitar lingkungan klinik. "Kita butuh dua pekan untuk teliti serpihan itu," tutupnya.

Rekomendasi