USAid sebagai lembaga negara Amerika Serikat menunjukkan komitmen kuat untuk terus memberikan bantuan teknis dan keuangan bagi program peningkatan sanitasi dan kesehatan lingkungan di seluruh wilayah Indonesiar. Sejak tahun 2012 lalu, melalui program IUWASH (Indonesian Urban Water and Sanitation dan Hygine), USAid memberikan dukungan di beberapa wilayah di kota Makassar. Dana sebesar USD 700.000 dikucurkan untuk mendukung terlaksananya proyek tersebut. Kali ini USAid Indonesia kembali memberikan dukungan dalam pengolahan air limbah perkotaan dan lumpur tinja (IPAL-IPLT) dengan mengundang sejumlah pejabat pemerintahan dari beberapa di Indonesia untuk melakukan kunjungan kerja sekaligus bertukar pengalaman di negara Filipina. Kunjungan kerja selama tiga hari (25 - 28 April 2016) dipimpin langsung sejumlah kepala daerah Indonesia. Dari kota Makassar, rombongan dipimpin Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI yang didampingi kepala dinas PU Kota Muh.Ansar serta kabag Humas Firman Pagarra.USAid juga mengundang beberapa daerah lain di Indonesia diantaranya Kota Bekasi, Balikpapan, Tabanan, Malang, Gresik dan Jakarta. Masing-masing daerah diwakili oleh kepala daerahnya. Selain itu kegiatan juga diikuti perwakilan IUWASH yang menjadi program utama pengolahan air bersih, sanitasi dan kesehatan USAid di Indonesia.Pada hari pertama, rombongan melakukan kunjungan keberbagai instalasi pengelolaan limbah air dan lumpur tinja di berbagai wilayah di negara Filipina. Kunjungan pertama dilakukan di wilayah Manila pada proyek Maynilad Water Service, Inc (MWSI) yang telah mendapat berbagai bantuan teknis (TA) pembiayaan dari Bank Dunia. MWSI Project 7 dikenal dengan nama “Veterans water Reclamation Facility” yang dijadikan sebagai prototipe kombinasi antara Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Lumput Tinja (IPLT) yang berlokasi di St.Anthony Village tepat di pusat kota Quezon Metro Manila."Sistem yang telah dikembangkan di sini telah terintegrasi antara IPAL dan IPLT dalam satu wilayah. Kita dapat melihat di tempat ini proses pengelolan limbahnya mampu mengolah 240 3 /hari lumpur tinja dan 2400 m 3 /hari air limbah dengan sistem yang canggih. Hal ini bisa menjadi percontohan guna diterapkan di Makassar," ujar Wakil Walikota Syamsu Risal di sela-sela kunjungan hari pertama.Kunjungan di hari kedua dilakukan di wilayah Bay Laguna yang terletak di dalam DAS Laguna de Bay, danau terbesar kedua di Asia dan merupakan sumber penting air bersih untuk metro Manila. Dengan nilai proyek sebesar Rp. 2,2 T, instalasi pengolahan dengan luas 3.300 meter 2 tersebut, mampu melakukan penyaringan dan pemisahan secara mekanis dan juga memperkenalkan enzim biologycal ramah lingkungan yang mampu merubah air limbah bebas bau dan aman bagi lingkungan.Kunjungan tersebut juga menjadi istimewa karena rombongan Indonesia berkesempatan bertemu dengan walikota Bay Laguna, Bruno Ramos. Bay Laguna menjadi salah satu contoh penting dalam memperkenalkan gagasan bahwa perusahaan swasta dapat berinvestasi dalam pengelolan tinja untuk mendapatkan keuntungan bersama.Sementara peserta kegiatan menyatakan rasa puas akan pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama melakukan study trip ini. Teknologi tinggi yang digunakan negara Filipina untuk memaksimalkan pengolahan limbah baik air maupun lumpur tinja memberikan banyak inspirasi untuk diterapkan dan dikembangkan dalam berbagai program di Indonesia. "Sebagai masukan pengetahuan dan bahan untuk mengembangkan di Indonesia, apa yang telah dilakukan sejumlah wilayah di Filipina ini sangat berguna sekali bagi," ujar Lutz Kleesberg dari perwakilan IUWASH Indonesia.
USAID dukung peningkatan sanitasi pengolahan limbah di Indonesia
Kunjungan kerja selama tiga hari (25 - 28 April 2016) dipimpin langsung sejumlah kepala daerah Indonesia.
Rekomendasi