Tiga dari 13 pendaki Gunung Slamet melalui jalur pendakian Baturraden berhasil dievakuasi Tim SAR, Senin (18/4), sekitar pukul 13.00 WIB. Rombongan pertama ini turun dikawal personel Tim SAR yang naik.Menurut salah satu pendaki yang naik pada Sabtu (16/4), Lutfi, kecelakaan tersebut terjadi saat menuruni puncak Gunung Slamet."Waktu itu, saya berada di barisan paling depan, kemudian diikuti Noval dan Teguh. Posisi Irfan sekitar barisan nomor tujuh," kata Lutfi di posko darurat.Saat itu, Lutfi sudah mendekati batas vegetasi dan kemudian terdengar adanya teriakan, korban Irfan terjatuh."Saat itu ada teriakan dari atas supaya di kami diminta untuk mencari bantuan. Tak jauh dari batas vegetasi, ada rombongan dari Yogyakarta yang akan nge-camp dan kami minta tolong untuk menghubungi bantuan terdekat," ucapnya.Saat itu, dengan bantuan rombongan dari Yogyakarta, komunikasi terjadi dengan kamp dari Kaliwadas, Brebes.Menurut pengakuan Lutfi, semua anggota rombongan berjumlah 13 orang belum ada pengalaman naik Gunung Slamet."Ini baru kali pertama mendaki Gunung Slamet dari Baturraden," katanya.Sementara itu, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, Ady Candra mengatakan, jalur pendakian Gunung Slamet dari Baturraden bukan jalur resmi."Jalur ini (Baturraden) bukan jalur resmi seperti jalur pendakian di Bambangan, Purbalingga kemudian jalur Kaliwadas, Brebes, jalur Guci, Tegal. Karena poskonya jauh dari permukiman penduduk," ungkap Ady.
Tiga pendaki berhasil dievakuasi dari Gunung Slamet
Rombongan berjumlah 13 orang belum ada pengalaman naik Gunung Slamet.
Rekomendasi