Wejangan Luhut untuk anaknya

Awalnya, Luhut mengaku tak setuju dengan pilihan Kerri yang menempuh sekolah ilmu sejarah

Faiq Hidayat
Oleh Faiq Hidayat - Reporter
Wejangan Luhut untuk anaknya
Luhut Pandjaitan di Timor-Timur. ©facebook.com/Luhut Binsar Pandjaitan

Setiap orangtua pasti menginginkan kehidupan anaknya lebih baik di masa depan. Mereka berharap anaknya sukses dalam kehidupannya.

Ada kisah menarik Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan terhadap anaknya, Kerri Panjaitan. Mantan Kepala Staf Kepresidenan Luhut menyerahkan sang anak Kerri untuk menentukan pilihan pendidikannya.

"Sebagai orang tua, papa dan mama punya harapan suatu saat nanti Kerri bisa menjadi seseorang. Tidak harus menjadi seperti papa, tapi jadilah dirimu sendiri dan berhasil di bidang yang telah kau pilih," kata Luhut yang dikutip merdeka.com dari akun resmi Facebooknya, Sabtu (9/4).

Awalnya, Luhut mengaku tak setuju dengan pilihan Kerri yang menempuh sekolah ilmu sejarah. Dia berharap anaknya itu menjadi pengusaha.

"Karena kamu anak yang sangat pintar, maka papa pernah berpikir kamu bisa menjadi seorang bussines women saja," kata Luhut yang merayakan ulang tahun Kerri pada 28 Februari ke-25 tahun.

Namun di tengah perjalanan, mantan Komandan Dansatgultor 81 Kopassus ini menyadari pilihan sang anak. Sebab, sang anak menjelaskan betapa pentingnya ilmu sejarah.

"Papa jadi mengerti bahwa mempelajari ilmu sejarah itu dapat membawa kamu masuk ke bidang mana saja. Papa pun banyak belajar tentang sejarah dari kamu mengenai banyak isu yang ada saat ini jauh sebelum isu tersebut mencuat," kata dia.

Lanjut dia, dirinya berpesan kepada sang anak untuk melakukan hal yang terbaik dan berguna bagi negara.

"Setiap orang tua pasti punya banyak harapan kepada anaknya. Untuk Kerri, semua berpeluang pada pilihan hidupmu. Satu saja pesan papa dan mama, dimanapun kamu bekerja nanti lakukanlah sesuatu untuk negara ini," tukasnya.

Rekomendasi