Kementerian Agama (Kemenag) selaku penyelenggara ibadah haji dituntut lebih memerhatikan kualitas pemondokan jemaah selama berada di Tanah Suci. Terutama bagi lansia yang kondisi fisiknya sudah tidak begitu kuat.
Anggota Komisi VIII DPR Ledia Hanifa mengatakan, jemaah haji Indonesia masih mengalami persoalan terkait penginapan. Selain hotel yang buruk, jarak dengan tempat ibadah pun tergolong jauh. Jarak dengan lokasi ibadah seperti Masjidil Haram dan Nabawi pun harus diperhatikan untuk para lansia.
"Pemondokan di Madinah, (musim haji) 2014 sangat jauh. Sangat sepi, tidak aman buat jemaah, dan penginapannya buruk," kata Ledia yang merupakan politisi PKS, di Bandung, Sabtu (26/3).
Dia meminta penyelenggara dalam hal ini Kemenag bisa lebih baik lagi dalam menyiapkan penginapan pada pelaksanaan haji 2016 ini. "Agar persoalan penginapan tidak terulang lagi," ucapnya.
Menurutnya, pemerintah sendiri memang tengah memprioritaskan jemaah berusia 83 tahun ke atas. Jemaah berusia lanjut tersebut akan diutamakan karena pada musim haji 2-3 tahun ke depan bertepatan dengan musim panas.
"Dalam 2-3 tahun ke depan wukuf nya pas musim panas. Daya tahan (lansia) enggak kuat. Jangan sampai pas puncaknya tidak tahan," katanya.
Secara nasional jumlah calon jemaah berusia 83 tahun ke atas mencapai sekitar 2.500. Sehingga, dalam setiap tahunnya akan diberangkatkan antara 700-800 calon jemaah berusia senja tersebut.
"Dengan jumlah sisa kuota, (jemaah 83 ke atas) diharapkan bisa dikurangi lagi," ujarnya.
Hal ini dilakukan agar jemaah lansia mendapat pendampingan dari keluarga selama pelaksanaan haji di Tanah Suci. Tanpa pendampingan keluarga, tambahnya, petugas ibadah haji cukup kerepotan dalam menjaga jemaah lansia.
"Untuk memaksimalkan pendampingan. Tentu keluarga yang mendapat prioritas itu yang sudah daftar haji juga," katanya.
Dia meminta keluarga jemaah lansia yang sudah mendaftar haji agar segera memberitahukan hal tersebut ke masing-masing Kantor Wilayah Kementerian Agama.
"(Pendaftar haji keluarga jemaah lansia) diharapkan sudah mengajukan permohonan ke kantor Kemenag kabupaten/kota. Ini akan mendampingi, akan ada pemberitahuan. Ini bagian upaya kita, agar tidak terlalu berat bagi jemaah haji lansia," pungkasnya.