Kebakaran RSAL Mintohadjo, TNI AL bentuk tim investigasi gabungan

TNI AL masih mencari sosok yang tepat untuk melakukan ivestigasi itu.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Kebakaran RSAL Mintohadjo, TNI AL bentuk tim investigasi gabungan
RS TNI AL Mintohardjo. ©2016 merdeka.com/al amin

Pasca-kebakaran yang terjadi di Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dan menewaskan empat orang, TNI AL akan membuat tim investigasi guna mencari tahu penyebab kebakaran tersebut. TNI AL masih mencari sosok yang tepat untuk melakukan investigasi itu."Sekarang kita masih bentuk Tim TNI AL, Polisi dan Ikatan Hiperbatik Indonesia dan pakar-pakar lainnya untuk mencari personel yang tepat untuk mencari data dan fakta. Hasilnya akan kita publikasikan," ucap Kadispen TNI AL Laksamana Pertama M Zainudin saat dihubungi, Jakarta, Selasa (15/3).Dirinya menceritakan, kebakaran terjadi karena adanya korsleting di tabung chamber Pulau Miangas, di Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo. "Sementara, jadi percikan api bisa karena korsleting atau faktor lain. Kita akan melanjutkan lagi olah TKP bersama pusat forensik," bebernya.Dirinya pun menjelaskan, terapi di RUBT dilakukan dengan tekanan 2,4 atmosfer. Namun kemudian tekanan tersebut dinaikkan maupun diturunkan secara bertahap supaya terjadi keseimbangan. Tidak lama kemudian, percikan api muncul dan langsung membesar."Di layar monitor ada, di lubang chamber juga ada kaca, Kelihatan sebetulnya. Namun tekanan oksigen murni, jadi api cepat menyebar," tandasnya.Diketahui sebelumnya, dalam kejadian tersebut, empat orang tewas, yaitu mantan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol (Purn) R Abubakar Nataprawira dan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo, Edi Suwardi Suryadiningrat dan Dimas Qadar Radityo yang keduanya belakangan diketahui merupakan besan dan adik dari menantu Irjen Pol (Purn) R Abubakar Nataprawira.

Rekomendasi