Bentrokan antara warga yang terjadi Jumat (11/3), di Dusun Terang Agung Kampung Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, Sumatera Selatan mengakibatkan tiga orang tewas dan belasan orang mengalami luka-luka. Bentrok diduga dipicu perebutan lahan garapan dan jatah uang keamanan menanam singkong di Hutan Tanaman Industri (HTI) di berbatasan dengan Kabupaten Way Kanan.Peristiwa itu berawal dari penyanderaan oleh warga Terang Agung terhadap warga Terang Sakti yang dilakukan oleh Irawan cs di posko HTI, Dusun Terang Sakti Tiyuh Gunung Terang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Telukbetung Barat (TBB). Pukul 13.00 WIB sekitar 500 orang massa gabungan dari Dusun Terang Sakti dan Tri Mulyo melakukan pencarian untuk penyerangan ke posko Terang Sakti. Massa mendapati dua orang yang disandera telah tewas. Massa lantas mengamuk mencari Irawan yang diduga pelaku pembunuhan itu."Namun kelompok gabungan tidak menemukan pelaku. Selanjutnya massa membakar enam unit sepeda motor yang ditinggalkan pelaku di Posko HTI, dan membakar 3 unit rumah (diduga milik para pelaku penyanderaan Bos, Irwan kecil, dan Irawan Tato), dan yang dirusak rumah milik Usuf," ujar Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, Sabtu (12/3).Pukul 13.30 WIB, sambung Sulis, Kapolsek Gunung Terang AKP Sobari bersama anggota mendatangi TKP/posko HTI di Dusun Terang Agung. Polisi menemukan korban dua orang tewas dengan luka bacok dan luka tembak di kepala."Identitas korban atas nama Ketut Sartono alias Anggi dan Komang Suparte alias Potek. Selanjutnya anggota Polsek melakukan penggalangan untuk meredam emosi masyarakat," ungkap Sulistyaningsih.Pukul 16.00 WIB, Kapolres Tuba AKBP Agus Wibowo tiba di lokasi, sekitar 300 orang massa masih mencari Irawan Cs dan polisi meminta massa membubarkan diri. Sekitar Pukul 16.45 WIB, massa akhirnya membubarkan diri dan berkumpul di Posko Banjar yang merupakan perbatasan Kabupaten Way Kanan.Pukul 17.00 WIB, Kapolres Tulang Bawang menemui tokoh adat, masyarakat dan agama Kecamatan Gunung Terang untuk memberikan imbauan meredam warga agar tidak terprovokasi.Pukul 20.00 WIB dilakukan pertemuan di Balai Banjar, Dusun Terang Sakti Kecamatan Gunung Terang Kabupaten Tuba Barat yang di hadiri oleh Kapolda Lampung, Dir Intelkam, Kapolres Tuba, Kasat Intelkam dan masyarakat suku bali Dusun Terang Sakti guna mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi terkait kejadian pembunuhan di dusun Terang Agung.
Advertisement
Adapun nama-nama korban tewas akibat bentrok tersebut yakni, Ketut Sartono alias Anggi (35) warga Kabupaten Lampung Selatan, Komang Suparte alias Potek (30) warga Seputih Banyak, Kabupaten Lampung Tengah, mengalami luka tembak di kepala, dan Paidi (40) seorang petani warga Menggala C Gunung Terang.Sementara korban luka yakni, Subakir bin Poniran (25), Kampung Indraloka 3 Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tuba Barat (luka bacok tangan sebelah kiri), Kadek Parte (26), Dusun Terang Sakti, Kecamatan Gunung Terang (luka bacok lengan sebelah kanan, dan luka di kening akibat pukulan gagang senpi rakitan), Nyoman Eko (25), Dusun Terang Sakti Kecamatan Gunung Terang Kab Tuba Barat (luka bacok punggung dan luka tembak di pipi sebelah kanan), Suripto dan Poniran, Kampung Labuhan Indah Kecamatan Way Serdang Kab Mesuji (luka tembak di leher, luka bacok pada punggung dan pinggang sebelah kiri).Sabtu (12/3) siang, Kampung Gunung Terang dilaporkan sudah kondusif. "Semalam sudah dilakukan pertemuan antara tokoh masyarakat pada dua wilayah tersebut untuk menghindari adanya kesalahpahaman terkait kejadian tersebut," kata Sulistyaningsih.Kini, sejumlah pihak dianggap otak dari insiden bentrokan antar warga tersebut telah berhasil ditangkap dansudah ditetapkan sebagai tersangka."Sudah ada penetapan tersangka," ujar Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan.Namun, Anton tidak merinci siapa dan dari pihak mana yang ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa memakan tiga korban tewas itu. Selain itu, Mabes Polri telah menerjunkan anggota Brimob untuk mengamankan lokasi."Sudah diamankan, Brimob sudah diturunkan untuk mencari pihak-pihak terkait lain," beber Anton.
Advertisement
Sebelumnya, di tempat terpisah Kapolres Tulang Bawang, AKBP Agus Wibowo, mengaku sudah menetapkan tujuh orang tersangka dalam bentrok antarwarga di Tulang Bawang itu."Sudah tujuh orang yang ditetapkan menjadi tersangka. Jumlah tersangka ini bisa saja bertambah tergantung hasil penyelidikan di lapangan. Namun nama-nama mereka belum bisa dipublikasikan," kata Agus.Agus melanjutkan, berdasarkan hasil penyelidikan, ketujuh tersangka itu diduga kuat sebagai dalang bentrok tersebut.Agus mengatakan, anak buahnya fokus mengejar Irawan Cs, menjadi pelaku penyanderaan dan pembunuhan terhadap sejumlah warga dalam kasus bentrok itu."Pelaku sejauh ini ada tujuh orang. Dan kemungkinan ada pelaku lainnya, masih dalam pengejaran tim Polda dan Polres," tutup Agus.