Wartawan mengeluh akses internet saat gerhana di Bangka Tengah buruk

Akses internet sulit ini terjadi di lokasi pemantauan gerhana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wartawan mengeluh akses internet saat gerhana di Bangka Tengah buruk
Gerhana matahari di Depok. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Sejumlah wartawan yang melakukan liputan gerhana matahari total (GMT) di Desa Terentang, Bangka Tengah, Bangka Belitung mengeluhkan akses internet terputus total."Akses internet terputus total sejak Selasa (8/3) malam hingga Rabu siang, akibatnya kami sama sekali tidak bisa mengirim berita peristiwa alam langka ini," kata salah satu wartawan di sana Robianto, Koba, Bangka Tengah, Rabu.Padahal, sebelumnya sudah dilakukan proyeksi untuk merangkum berita gerhana secara menyeluruh agar masyarakat yang tidak hadir benar-benar mendapatkan informasi secara lengkap."Tetapi itu tidak bisa kami lakukan, proyeksi yang sudah dirancang sebelumnya gagal total dan informasi baru bisa disampaikan ke publik pada siang hari dan itu sudah terlambat," ujarnya.Dia mengatakan, akses internet tersebut hanya bermasalah di kawasan Terentang yang menjadi titik pantau GMT di Bangka Tengah."Hanya di Terentang saja, kalau di Koba tidak ada masalah dan anehnya itu terjadi untuk semua jaringan internet baik Telkomsel, XL dan operator telepon yang lainnya," ujarnya pula.Dia mempertanyakan apakah kondisi itu faktor kesengajaan, mengingat akses internet hanya terputus di lokasi gerhana dan dialami semua operator seluler."Jangan sampai ada asumsi negatif di balik semua ini karena sinyal seluler cukup bagus tetapi kami tidak bisa menggunakan internet dan akses data," ujarnya lagi.Keluhan yang sama juga disampaikan Niko, seorang wartawan televisi nasional yang mengaku praktis tidak bisa mengirim gambar saat terjadi GMT.

Rekomendasi