Macam-macam hal unik yang dilakukan manusia saat gerhana matahari

Tak cuma warga lokal, turis asing pun ramai berkunjung ke daerah yang terkena gerhana matahari total.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Macam-macam hal unik yang dilakukan manusia saat gerhana matahari
Gerhana matahari di Maluku. ©AFP PHOTO/Bay Ismoyo

Gerhana matahari total terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air, kemarin. Kurang lebih ada 11 daerah yang terkena gerhana matahari total yakni Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.Sedangkan beberapa daerah lain di Indonesia juga terkena gerhana matahari meski tak total, seperti di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dll. Peristiwa yang jarang terjadi dalam waktu lama itu pun menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.Tak cuma warga lokal, turis asing pun ramai berkunjung ke daerah yang terkena gerhana matahari total. Mereka dengan antusias menyaksikan gerhana matahari total. Ada juga para ilmuwan dari dalam maupun luar negeri yang melakukan penelitian fenomena alam tersebut.Meski begitu, ada sejumlah hal menarik yang dilakukan masyarakat saat gerhana matahari terjadi. Hal yang dilakukan masyarakat itu bahkan cenderung unik. Berikut ulasannya dirangkum merdeka.com;

Warga di Kendal menggelar ritual saat terjadi gerhana matahari. Kebanyakan warga yang mengikuti ritual adalah yang anggota keluarganya hamil. Ritual ini diyakini bisa membawa dampak positif bagi keluarga atau diri sendiri.Warga beramai-ramai meminta nasi yang dibagikan. Sementara ibu hamil berharap anaknya kelak menjadi anak baik dan berbakti.Warga Kampung Kenduruan, Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, keluar rumah bukan untuk melihat gerhana matahari yang terjadi pagi tadi. Warga justru berbondong-bondong mendatangi rumah warga yang anggota keluarganya sedang hamil.Ada tradisi yang kerap digelar warga yang sedang hamil, khususnya saat terjadi gerhana, entah gerhana matahari ataupun gerhana bulan. Tradisi selamatan, bancakan atau tasyakuran berbagi nasi gudangan kepada warga sebagai bentuk syukur.Tasyakuran ini digelar usai salat gerhana di masjid setempat. Hj Inayah, warga yang menggelar tasyakuran mengatakan tradisi ini sudah ada sejak dulu."Tujuan membagikan nasi selain sebagai bentuk syukur karena telah diberi amanah kelahiran, juga berharap cucu yang masih dalam kandungan anak saya bisa lahir dengan selamat dan menjadi anak soleh dan solehah," jelasnya, Rabu (9/3).

Gerhana matahari ternyata menjadi momen spesial bagi pasangan kekasih Nanang Kristanto (28) dan Dian Paramita (24). Saat gerhana selesai, Nanang mendadak langsung jongkok menghadap kekasihnya dan melamarnya."Di momen gerhana matahari ini, aku mau bertanya, maukah kamu menikah dengan ku?" kata Nanang di Yogyakarta, Rabu (9/3).Melihat itu Dian tampak tersipu malu dan tersenyum. Tanpa pikir panjang, Dian pun langsung menjawab. "Iya aku mau menikah denganmu," jawab Dian.Mendengar jawaban gembira itu, Nanang lantas mengambil cincin di saku celananya. Dia langsung mengenakan cincin tersebut ke jari manis kekasihnya tersebut."Gerhana matahari menjadi saksi janji setia kita untuk hidup bersama, terima kasih sayang," ungkap Nanang.Pemandangan romantis itu menjadi sorotan warga yang datang untuk menyaksikan gerhana matahari di Tugu Yogyakarta. Mereka memotret Nanang saat sedang melamar Dian dengan kamera.

Tak hanya masyarakat lokal, wisatawan mancanegara juga antusias menyaksikan secara langsung gerhana matahari total yang berlangsung kemarin pagi. Bahkan, sejumlah hotel di Kota Palu, Sulawesi Tengah sudah terisi penuh.Saking penuhnya, banyak pendatang yang tidak mendapatkan kamar hotel yang diinginkan, padahal sudah terlanjur tiba di kota tersebut. Bahkan sampai rela tidur di jalanan.Hal itu diungkap oleh Muhamad Usep lewat laman Facebook miliknya. Dari dalam mobil, dia sempat mengabadikan dua wisatawan mancanegara yang tengah tertidur pulas di depan salah satu bangunan di Kota Palu. Wisatawan yang tak diketahui nama dan asalnya itu hanya menggunakan tas mereka sebagai alas kepala."Beberapa orang yang tidak mendapat bagian kamar hotel untuk tidur/beristirahat di sembarang tempat," tulis Muhamad, Selasa (8/3).

Di Pantai Firdaus, Kema, Minahasa Utara, warga rela berkemah semalam suntuk demi dapat melihat proses bagaimana bulan menutupi matahari alias gerhana matahari."Kami semuanya tujuh orang berkemah dari tadi malam agar dapat melihat proses terjadinya gerhana (matahari). Tentu saja pengalaman ini menjadi pengalaman sekali seumur hidup dan tidak pernah bisa terlupakan," jelas Rafel, warga Bitung yang ditemui di lokasi, Rabu (9/3).Angin dingin yang berembus saat malam hari tak menyurutkan niat mereka. Bercengkerama dengan alam diselingi canda tawa menjadikan malam penantian begitu berharga detik demi detik."Sudah ada beberapa tenda yang terpasang duluan sebelum kami tiba. Tentu saja hal ini menjadi keramaian tersendiri bagi kami," lanjut dia.

Rekomendasi