Masih berkabung, keluarga korban Super Tucano belum mau pindah

Keluarga Mujianto belum mau membicarakan soal pemindahan tempat tinggal mereka.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Masih berkabung, keluarga korban Super Tucano belum mau pindah
Lokasi pesawat jatuh di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Hingga kini proses relokasi keluarga Mujianto, korban jatuhnya pesawat latih Super Tucano TT-3108 milik TNI Angkatan Udara masih belum jelas. Pembicaraan terkait pemindahan baru dilakukan setelah peringatan tujuh hari wafatnya istri Mujianto, Erma Wahyuningtyas, dalam insiden itu.Keluarga Mujianto hingga saat ini masih dalam kondisi berduka, sehingga belum bisa berbicara tentang relokasi. Sementara waktu, keluarga Mujianto dan anaknya, Farizki Jati Ananto (21) atau Oky, menetap di rumah tetangga.Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berjanji akan memfasilitasi relokasi keluarga Mujianto. Pihaknya akan membantu sampai diperoleh rumah yang baru."Pemkot akan memfasilitasi pertemuan dengan TNI-AU. Karena masih masa berkabung, koordinasi sementara ditunda dulu," kata Walikota Malang, Moch Anton, usai mengunjungi Mujianto, Jumat (12/2).Kondisi tempat tinggal Mujianto saat ini sudah rata dengan tanah karena proses evakuasi pesawat. Anton berjanji bakal mengikuti kemauan Mujianto."Setelah 7 hari akan ada koordinasi, apakah mau atau tidak pindah. Kalau dibeli atau bagaimana, kita bicarakan nanti. Keluarga belum ada keputusan," ujar Anton.Sementara itu, Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh, Marsekal Pertama Djoko Senoputro, mengunjungi keluarga Mujianto. Dia mewakili TNI AU berniat membeli rumah kini sudah rata dengan tanah itu.Lokasi tanah rencananya akan diwakafkan ke musala di samping rumah. Lantas di tempat itu akan dibangun monumen mencantumkan nama empat korban kecelakaan. Hanya saja, dia masih menunggu pembicaraan keluarga soal keputusan akhir.Meski demikian, selama proses darurat hingga diperoleh rumah baru, pihak TNI AU akan menyediakan rumah kontrakan. Sebuah tim akan melakukan identifikasi sekaligus menyiapkan rumah kontrakan."Tadi sudah bicara dengan Pak Mujianto dan Mas Oky untuk kita carikan kontrakan sementara. Kita ikuti kemauan mereka, kita perhatikan kelanjutan mereka," kata Djoko Senoputro.Djoko sempat berbincang tentang keadaan keluarga sepeninggal Erna Wahyuningtyas. Dia juga menyerahkan bantuan buat proses pengajian buat mendiang Erna."Rumah Pak Mujianto kita robohkan kemarin untuk mempermudah evakuasi. Kami bernegosiasi dengan keluarga, sementara waktu mereka ingin tujuh hari di sini. Kemudian pagi ini, kita carikan kontrakan untuk mereka. Kalau bisa di sekitar sini, kita sedang cek lokasinya, akan kita bantu," lanjut Djoko.Djoko berjanji akan membantu keseluruhan proses hingga diperoleh tempat tinggal baru. Karena itu, dia berharap secepatnya mendapatkan tempat tinggal sementara buat Pak Mujianto dan Mas Oky."Kita perhatikan, mau kontrak di mana, anaknya juga ingin segera melanjutkan kuliah," tutup Djoko.

Rekomendasi