Kemarin Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Olivier cafe, Grand Indonesia, Jakarta. Rekonstruksi menghadirkan tersangka Jessica Kumala Wongso.Menurut Dirkrimum Kombes Pol Krishna Murti, rekonstruksi dilakukan dua kali. Namun tersangka Jessica hanya mau sekali beradegan dalam rekonstruksi.Menurut Krishna, rekonstruksi pertama adalah versi Jessica, sedangkan reka ulang ke dua versi kepolisian yang didapat dari fakta-fakta penyelidikan."Sudah menandatangani berita acara penolakan. Rekonstruksi kedua akan dilanjutkan. Peran Jessica akan digantikan oleh pemeran pengganti," ujar Kombes Krishna kemarin, Minggu (7/2) kemarin.Terdapat perbedaan dalam rekonstruksi pertama dan kedua yang kemarin dilakukan."Versi Jessica ada 56 adegan, versi fakta hasil penyelidikan polisi ada 65 adegan," tutupnya.Usai rekonstruksi, Jessica mengaku tertekan.
Advertisement
Jessica pun berharap setelah ini tidak ada lagi rekonstruksi ulang."Dia (Jessica) depresi. Semoga ini rekonstruksi terakhir. Kasihan dia (Jessica)," kata Kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Andi Joesoef Maulana saat dihubungi.Andi mengatakan, rekonstruksi saat ini tidak jauh berbeda seperti pra-rekonstruksi yang sebelumnya sudah dilakukan aparat kepolisian. "Enggak ada yang berbeda dari rekon sebelumnya," ujarnya.Jalannya rekonstruksi digelar tertutup dan mendapat pengawalan ketat dari pasukan Turn Back Crime. Jessica sendiri menjalani rekonstruksi dengan baju tahanan berwarna oranye.Namun demikian, hingga kini polisi masih belum menemukan motif pembunuhan ini. Meski sudah menetapkan Jessica sebagai tersangka, polisi kini seolah gamang. Bahkan polisi ditantang Komnas HAM untuk membuka rekaman CCTV yang menunjukkan Jessica meracuni Mirna.Komnas HAM juga menduga adanya persaingan bisnis yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan Mirna.
Advertisement
Untuk itu, mereka mendesak Polda Metro Jaya periksa intensif ayah Mirna, Darmawan Salihin dalam kasus ini."Tidak mungkin pelaku dan targetnya orang biasa, apakah ada persaingan bisnis? Harusnya Darmawan jujur lah," ujar Komisioner Komnas HAM Siane Indriani.Siane pun menantang polisi untuk menyelidiki mengenai latar belakang bisnis yang digeluti oleh Darmawan."Harus dilacak, siapa Pak Darmawan ini, bisnis apa dia, dilacak dong dia. Kalau tidak terjadi dengan Jessica polisi mau dianggap bodoh? Kalau tidak bisa ungkap, jujur saja kalau polisi enggak bisa ungkap," katanya.Selain menyarankan kepolisian untuk mengungkap latar belakang Darmawan, Siane juga menyayangkan ucapan Darmawan dalam diskusi di sebuah stasiun tv swasta."Darmawan sering ungkap hal-hal yang tidak boleh diketahui. Puncaknya di acara ILC. Itu bentuk kehakiman yang luar biasa. Meski dia ayah dari korban, tapi kita menyayangkan kejadian terhadap Mirna. Tapi kalau subyektif dibuka akan bahaya bagi dirinya. Dia juga akan menghilangkan pelaku lain yang seharusnya ditangkap," kata dia.Lalu mungkinkah setelah dilakukan rekonstruksi polisi berhasil menemukan titik terang kasus ini?