Dipulangkan, 17 eks anggota Gafatar kebingungan cari rumah & kerja

Pemkab Subang berjanji bakal memfasilitasi para pengungsi eks Gafatar tersebut.

Bram Salam
Oleh Bram Salam - Reporter
Dipulangkan, 17 eks anggota Gafatar kebingungan cari rumah & kerja
Kapal pengangkut pengungsi eks gafatar tiba Jakarta. ©2016 merdeka.com/imam buhori

17 Orang eks anggota Gafatar asal Kabupaten Subang, Jawa Barat dipulangkan dan tiba di Subang, Senin (1/2). Bus yang membawa rombongan mendapat pengawalan ketat dari Polisi serta TNI.Para eks Gafatar itu kemudian ditampung di kantor Dinas Sosial Kabupaten Subang. Namun dalam pengakuannya, Mereka bingung saat pulang karena semua hartanya di Subang sudah dijual dan tak punya apa-apa lagi. "Kalau di sana di Kalimantan kita punya kerjaan, kita bertani. Di sini gimana saya enggak punya apa-apa lagi, mau tinggal di mana juga bingung" kata Mardi (42) warga asal Kecamatan Cibogo, Subang.Mardi menjelaskan dia bersama keluarganya baru lima bulan tinggal di Kalimantan. Tujuan berangkat ingin mengubah hidup karena disiapkan lahan pertanian."Kami di sana sudah bisa panen jagung, dapat lima karung. Sekarang pulang mengikuti keinginan pemerintah," ujarnya.Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Yayat Sudrajat membenarkan dari hasil dialog dengan para eks Gafatar, mereka mengatakan sudah menjual semua harta benda miliknya yang ada di Subang."Semuanya mengaku sudah tak punya apa-apa di Subang. Jadi kami akan berupaya memfasilitasi, mereka memerlukan bantuan mulai biaya hidup, biaya sekolah, tempat tinggal serta kebutuhan dasar lainnya," kata Yayat.Ditambahkan Yayat, Pemerintah Daerah Subang juga perlu memikirkan dipikirkan pula dengan sumber penghasilan bagi mereka. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, supaya bisa mendapat bantuan."Selain mendapat pembinaan dari berbagai pihak terkait, termasuk mencari solusi bagi mereka. Kami akan memfasilitasi dan terus koordinasi tindaklanjut nasib mereka ke depannya," ujar Yayat.Eks gafatar asal Subang yang dipulangkan berjumlah 17 jiwa, berasal dari tiga keluarga. dari jumlah itu 11 di antaranya adalah anak-anak. Sedangkan proses pemulangan terhadap 45 orang lainnya masih dilakukan.

Rekomendasi