7 Orang eks Gafatar Palembang ternyata kerabat Sekretaris MUI Sumsel

Identitas mereka masih dirahasiakan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
7 Orang eks Gafatar Palembang ternyata kerabat Sekretaris MUI Sumsel
Gafatar. ©2016 Merdeka.com

Tujuh mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Palembang bakal dijemput di Boyolali, Jawa Tengah. Ternyata mereka masih keluarga dekat sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Ayik Farid.Dari situlah, polisi mengetahui keberadaan ketujuh orang itu. Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Sutriyo mengatakan, tim pengintai sejak awal sudah diberangkatkan ke Kalimantan Barat mencari data warga Sumsel bergabung dengan Gafatar. Namun, tim itu mengaku kesulitan di lapangan.Beruntung, petugas mendapat informasi ada sepuluh warga Palembang turut dipulangkan ke Boyolali dari Kalimantan Barat. Informasi itu diterima dari sekretaris MUI Sumsel yang lebih awal tiba di lokasi."Kami tahunya dari sekretaris MUI Sumsel, Pak Ayik. Beliau datang lebih dulu, karena ketujuh eks Gafatar itu masih keluarga dekatnya," kata Sutrio, Kamis (28/1).Sedangkan tiga eks Gafatar lainnya Sutrio mengaku belum mengetahui. Sebab, dari laporan orang hilang yang masuk, tidak ditemukan nama-nama mereka."Kemungkinan bukan atau tidak ada laporan. Kami masih cari identitasnya, tapi semuanya warga Palembang," ujar Sutrio.Ketujuh eks Gafatar masih keluarga sekretaris MUI Sumsel tersebut adalah pasangan suami istri inisial ZA (49) dan SK (46), dan lima anaknya yakni FH (16), AH (18), AHM (14), ANH (9), serta SH (5). Semuanya beralamat di Jalan Tanjungsari II, Kelurahan Tanjung Beringin, Kecamatan Kalidoni, Palembang.Ketujuh orang itu dilaporkan hilang oleh adik kandungnya, Taufik (47), ke Polda Sumsel pada Rabu (13/1). Mereka berangkat ke Kalimantan Barat pada November 2015 lalu dengan alasan bertani. Namun, Taufik curiga keluarganya bergabung dengan Gafatar. Sebab, selama ini dia sulit berkomunikasi dengan mereka.Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Syaiful Zahri, mengaku belum mengetahui pasti identitas sepuluh warga Sumsel eks Gafatar akan dijemput di Boyolali. Dia beralasan hanya bertugas mengawal dan membina selama ditempatkan di penampungan."Kita koordinasi dengan Pemprov Sumsel dan TNI, kita hanya mengawal saja, tapi seadanya," kata Syaiful.

Rekomendasi