Sebanyak 30 eks anggota organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sampai saat ini belum memiliki identitas dan asal muasal dari daerah mana dan data pribadi yang jelas. Data ini diperoleh, usai Pemprov Jawa Tengah melakukan pendataan dan identifikasi terhadap ratusan eks Gafatar di Wisma Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali yang telah dipulangkan, baik melalui jalur udara maupun jalur laut."Sebanyak 30 identitas tidak jelas. Ketika sudah di kumpulkan dan didata lebih lanjut Donohudan," tegas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng, Wika Bintang disela-sela rapat koordinasi pemulangan eks Gafatar di Lantai 2, Kantor Gubernuran, Pemprov Jateng Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (26/1).Wika menjelaskan selain tidak disertai Kartu Tanda Penduduk (KTP), kesulitan dalam proses identifikasi mereka sangat susah. Bahkan, dalam menjawab pertanyaan petugas pendataan berbelit-belit. Contohnya, salah satu pertanyaan yang disampaikan terkait soal agama. Mereka mengaku tidak beragama hanya mengikuti aliran kepercayaan."Ada yang bilang pas ditanya, agamanya apa? Mereka berbelit-belit. Malah menjawab; Tulis saja kepercayaan. Ada 30 yang direkam yang belum jelas," ungkapnya.Ratusan eks Gafatar ini juga berdalih saat pendataan jika KTP yang dimilikinya, hilang, ketinggalan atau ikut terbakar saat tragedi pembakaran dan pengusiran di base camp mereka di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Namun, ada juga yang diam saja saat ditanya tentang identitas dan asal muasal mereka."Disana diusir, dibakar. Berangkat perjalanan jauh naik kepal mereka blank," ujarnya.Untuk melakukan pendataan ini, Wika mengaku langsung berkoordinasi dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil)."Konsultasi Dirjen Dukcapil biar mengatakan sebenarnya susah banget. Ketika di kapal juga susah ditanya dan mengaku," ungkapnya.Dari proses pendataan didapat bahwa eks Gafatar yang dipulangkan melalui pesawat terdapat identitas dan asal muasal sebanyak 69 eks Gafatar."Yang via pesawat awal 77 eks Gafatar, saat proses pendataan kita peroleh 69 identitas jelas. By name by adress sudah jelas. Mereka rata-rata dari seluruh Jawa diantaranya; Jatim, Jabar, DKI, Banten, Yogya. Mereka nanti mau dikembalikan ke asalnya jelas," ungkapnya.Kemudian dari pemulangan melalui jalur kapal KRI Teluk Gili Manuk ke Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang terdapat 345 eks anggota Gafatar yang identitasnya jelas."Yang kami data 345 dari 352 sebagian sakit mendampingi via kapal. Yang sakit 7 orang di rumah sakit mendampingi. Kalau yang di rumah sakit masih bukan wewenang kami," terangnya.Sampai hari ini, bagi pendataan terhadap eks anggota Gafatar yang berlangsung di Wisma Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah telah berlangsung. Sehingga, usai melakukan pendampingan maka siap untuk dipulangkan."Pendataan clear hari ini. Sehingga mereka sudah siap untuk dikembalikan daerah asal. Pokoknya yang kami data 345 ditambah 69. Tapi kami tidak mendata yang dirumah sakit," pungkas Wika Bintang.
30 Eks anggota Gafatar yang tiba di Jateng tak punya KTP
Dalam menjawab pertanyaan petugas pendataan berbelit-belit.
Rekomendasi