Hilang usai pesta pernikahan, pasutri ini diduga gabung Gafatar

Saat itu, kedua pasutri ini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Gafatar DPD Jawa Tengah.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Hilang usai pesta pernikahan, pasutri ini diduga gabung Gafatar
Foto pasutri ikut Gafatar. ©2016 Merdeka.com

Diduga kuat bergabung dengan organisasi masyarakat (ormas) terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Kalimantan Barat, Harsono, warga Rejosari Gumuk I Nomor 4 RT 02/XI, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Jawa Tengah, melaporkan anak dan menantunya karena telah menghilang selama tiga tahun.Kedua pasutri yang dilaporkan adalah Adiv Nugroho yang merupakan anak Harsono dan menantunya Inka Pratiwi meninggalkan kontrakan di wilayah Tembalang, Kota Semarang usai pesta pernikahan. Saat itu, kedua pasutri ini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Gafatar DPD Jawa Tengah.Saat melapor, Harsono didampingi oleh Partini warga Jalan Cempedak Utara 2, RT 7/I, Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang merupakan ibu kandung dari Inka Pratiwi, menantu Harsono.Bahkan, demi bergabung dan menjadi salah satu bagian dari pengurus Gafatar, dua pasutri muda lulusan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, ini sampai rela meninggalkan keluarganya hanya bermodal hasil sumbangan dan kado pesta pernikahanya saat itu."Setelah pesta pernikahan mereka berdua (Adiv dan Inka) nekat pergi dari rumah kontrakan menuju ke Kalimantan Barat untuk bergabung dengan Gafatar di sana. Dengan modal sumbangan dan kado pesta pernikahan. Keduanya pergi setelah dijemput oleh salah seorang pengurus Gafatar di gedung pesta pernikahan di Jalan Kelud Raya, Kota Semarang," ujar Zaenal Petir, pengacara Harsono yang mendampingi saat melaporkan anak dan menantunya hilang di Mapolrestabes Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (26/1).Zaenal menceritakan, saat itu Adiv dan Inka ketika meninggalkan rumah mengaku berbulan madu. Makanya, mereka beralasan menginap di salah satu hotel saat meninggalkan kontrakanya di wilayah Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah."Awalnya pamitan dengan kedua orang tua mereka masing-masing berbulan madu setelah pesta pernikahan. Tapi orang tuanya tidak percaya karena saat itu dijemput oleh seorang temanya yang merupakan salah satu pengurus DPD Gafatar Jawa Tengah," terangnya.Namun, tutur Zaenal selang dua hari usai kepergian, kedua pasutri ini pulang ke rumah Harsono membawa buku-buku tentang ormas Gafatar. Saat itu, Harsono sempat marah kepada anaknya karena usai pesta pernikahan meninggalkan keluarganya tanpa kabar."Saat itu Pak Harsono bertanya ke anaknya Adiv, anaknya yang tergolong cerdas dan pandai semasa kuliah di Fakultas Kimia (MIPA Undip Semarang) itu menjawab jika dirinya ke Kalimantan Barat ikut temanya yang merupakan pengurus Gafatar tersebut," jelasnya.Zaenal juga menambahkan, selama tiga tahun menghilang Adiv beserta istrinya Inka hanya sekali pernah menelpon ayahnya Harsono. Saat itu, Harsono sempat marah besar mengapa setelah sekian lama menghilang baru menelepon dirinya."Bapak Harsono sempat sekali ditelpon anaknya. Dia marah-marah karena tidak pernah telpon selama pergi di Kalimantan," pungkasnya.Sampai petang tadi, hilangnya kedua pasutri yang kuat dugaan bergabung dengan ormas Gafatar di Kalimantan Barat itu masih ditangani oleh polisi. Harsono dan besanya Partini masih dimintai keterangan oleh petugas Unit Reskrim Polrestabes Semarang, Jawa Tengah.

Rekomendasi