Sebuah jembatan Penyeberangan yang menjadi satu-satunya jalur penghubung antara Singaraja-Gilimanuk terputus. Terputusnya jembatan terjadi setelah selama 3 jam kabupaten di ujung utara Pulau Bali ini diguyur hujan deras, Sabtu (23/1).Hujan yang mengguyur secara merata di kota Panji Sakti ini, terparah kondisinya di wilayah Kecamatan Gerogak tepatnya di wilayah Desa Penyabangan. Wilayah yang merupakan pesisir pantai ini membuat puluhan warga mengungsi. Itu setelah hujan lebat yang mengguyur pada pukul 18.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita."Kalau hujan biasa sudah sejak tadi pagi, pak. Hujan lebat sekali sekitar jam 6 sore tadi, banyak kendaraan berhenti karena tidak bisa lihat jalan. Aduh, lebat sekali," ungkap Nyoman Ade, warga setempat di Penyabangan Sabtu (23/1) di Buleleng, Bali.Bahkan dikatakannya puluhan warga sudah mulai mengungsi sejak pukul 15.00 Wita. Itu setelah air sungai yang menghubungkan dua desa di wilayah Penyabangan meluap. Fatalnya, derasnya arus yang meluap membuat jembatan sepanjang kurang lebih 40 meter putus. Akibatnya puluhan kendaraan yang datang dari wilayah Gilimanuk menuju Singaraja dan sebaliknya harus balik arah."Yang nekat memilih menunggu. Terutama bus-bus dan kendaraan antar kota," tutur Ade.Hingga saat ini hujan lebat masih mengguyur wilayah di Kabupaten Buleleng. Bahkan kabarnya, beberapa wilayah perbukitan terjadi tanah longsor hingga berjatuhan batu-batu besar dari atas menutupi badan jalan.
3 Jam Buleleng diguyur hujan, jalur Singaraja-Gilimanuk putus
Sebagian besar warga terpaksa mengungsi akibat ketinggian air yang terus naik.
Rekomendasi