Korban bom di Thamrin: Kuping masih suka berdengung, bahu kiri sakit

Korban bernama Aldi itu mengaku masih trauma.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Korban bom di Thamrin: Kuping masih suka berdengung, bahu kiri sakit
ledakan di pos polisi sarinah. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Aldi Tardiansah mengaku kuping dan bahu kirinya masih terasa sakit akibat ledakan bom tengah melakukan pengamanan di kedai kopi Starbucks, gedung Cakrawala, Thamrin. Jakarta Pusat, Kamis (14/1) lalu. Keluhan itu dikatakan Aldi setelah Kabiddokes Polda Metro Jaya Satgas pemulihan korban di Thamrin menemuinya di kediamannya Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (20/1) ini."Kuping masih suka berdengung dan sini (bahu kiri) masih sakit," kata Aldi kepada dokter Riris, dokter umum dari Biddokes Polda Metro.Saat menjenguk kondisi Aldi, Satgas itu dipimpin Kabiddokes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak dengan didampingi oleh dokter umum dari Biddokes Polda Metro. Mereka adalah ahli dokter ahli kejiwaan, dokter umum dan psikolog.Usai pemeriksaan dengan dokter Riris, Aldi kemudian diperiksa oleh ahli kejiwaan, dokter Esther. Proses pemeriksaan oleh Esther terhadap Aldi dilakukan secara berhati-hati. Aldi diminta menceritakan saat peristiwa ledakan tersebut. Dengan nada pelan, Aldi menceritakan secara runut peristiwa tersebut dan dirinya masih trauma atas peristiwa tersebut."Saya masih suka panik sendiri kalau ingat peristiwa tersebut," kata Aldi.Pemeriksaan terakhir dilakukan oleh psikolog, Evi Mahrita. Pemeriksaan Aldi oleh Evi lebih banyak pada membangkitkan semangat Aldi untuk beraktivitas seperti biasa."Sudah siap kerja, kan? kata Evi yang kemudian diiyakab oleh Aldi.Di tempat yang sama, Musyafak mengatakan kondisi Aldi belum stabil, dirinya masih perlu banyak istirahat."Buktinya kan masih belum efektif tidurnya. Masih ada rasa cemas," kata Musyafak.

Rekomendasi