Kapolri instruksikan kelompok Gafatar di monitoring khusus

Polri sempat mendapat informasi adanya ancaman teror di Bali.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Kapolri instruksikan kelompok Gafatar di monitoring khusus
Badrodin Haiti. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memerintahkan jajarannya untuk lebih waspada terhadap gerakan-gerakan kelompok radikal. Termasuk kelompok radikal Gafatar yang saat ini santer diberitakan media."Kapolri juga perintahkan monitoring khusus yang terindikasi terlibat jaringan ISIS di tiap wilayah, monitoring khusus termasuk jaringan Gafatar perlu di monitoring khusus," ‎kata
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Anton Charliyan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/1).Selain meminta waspada, pucuk pimpinan Korps Bhayangkara itu pun meminta seluruh personel ikut berperan dalam pemberantasan aksi teror di tanah air. Badrodin, kata Anton, tidak mau kasus terorisme hanya dibebankan ke Densus 88."Perintah Kapolri dalam penanganan teroris seluruh jajaran pospol, polsek, polres, polda, ikut terjun. Enggak hanya dibebankan ke Densus," ujarnya.Menurut keterangan Anton, ancaman akan adanya bom di Bali disampaikan oleh seseorang yang mengaku satu jaringan dengan teroris bom di Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1) lalu. Untuk membuktikan ancaman bom itu, sejumlah personel dari Mabes Polri pun langsung diterjunkan ke lokasi."Ancaman di Buleleng, berupa tulisan atau surat yang disampaikan oleh orang tidak dikenal pakai motor, intinya dia bilang kami dari jaringan yang beraksi di Jalan Thamrin sudah sampai di Bali. Untuk penyelidikan mendalam kami turunkan tim di Bali," pungkas Anton.

Rekomendasi