Pendamping hukum dari P2TP2A Siti Sapurah awalnya tidak menyadari foto hasil jepretannya di TKP pembunuhan Engeline di Jalan Sedap Malam nomor 26 Denpasar, Bali, Kamis (14/1) ada yang ganjil. Setelah melihat satu persatu hasil bidikannya, dia baru sadar kalau satu di antara foto-fotonya menangkap sosok misterius yang diyakininya memiliki kemiripan dengan jasad Engeline."Itu foto asli mas, saya iseng buka-buka file ternyata baru lihat ada foto itu. Saya langsung merinding," kata Sapurah di Denpasar, Bali, Senin (18/1).Sosok misterius tersebut berambut panjang, wajahnya terlihat putih pucat. Posisinya menyamping. Dari tempat Sapurah berdiri, sosok tersebut tak terlihat utuh karena terhalang dua orang di depannya.Penampakan itu terjadi di bawah pohon mangga yang berada di gang masuk di depan kamar terdakwa Agustay Hamda May. Jalan tersebut juga menghubungkan ke area kandang ayam, tempat jenazah Engeline ditemukan.Sapurah menekankan bahwa penampakan tersebut bukan hasil editan. Dia juga menyakini sosok apa yang terlihat di gambar, persis dengan kondisi Engeline saat ditemukan.Dia menceritakan, saat itu tidak memfokuskan dalam mengambil foto. Entah bagaimana saat mencoba mengambil sudut pandang yang tepat, HP miliknya justru terpencet sendiri.
Advertisement
"Saat itu saya tidak terpikir ada sosok misterius ini. Saya tahunya usai sidang lokasi dan sudah di rumah saat buka hasil foto di lokasi," lanjut Sapurah.Namun hingga kini foto tersebut belum diteliti lebih lanjut. Terlebih saat itu dari sekian banyak kamera, termasuk milik wartawan, tidak ada yang menangkap kejadian yang dirasa aneh.Sapurah lantas berniat mencetak foto yang dianggapnya spesial dan tak biasa tersebut seukuran kertas 10 R."Karena ini asli buka hasil editan. Dan kenapa harus saya yang mendapatkannya. Makanya saya cetak dalam ukuran besar terbingkai," lanjut Sapurah.Sebelumnya diberitakan, dalam persidangan peninjauan TKP itu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Denpasar menghadirkan terdakwa Margriet dan saksi sekaligus terdakwa Agustay alias Agus. Materi utama persidangan adalah reka adegan saat Engeline tewas, dan jasadnya dikubur di dekat kandang ayam belakang rumah.