Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso tidak berbicara banyak ketika dimintai tanggapan soal sepak terjang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang belakangan ramai diperbincangkan karena menghilangkan banyak orang dari keluarganya. Sutiyoso hanya memastikan bahwa BIN akan terus memantau organisasi terlarang tersebut.Menurut Sutiyoso, BIN masih mendalami soal dugaan aliran sesat yang diajarkan dan disebarkan oleh organisasi Gafatar. Sejauh ini, pihaknya mengaku belum mendapatkan informasi valid soal itu."Kalau itu masih kita dalami, nanti kalau dapat, karena kalau BIN yang ngomong harus A1 (sudah pasti) soalnya," kata Sutiyoso di Istana, Jakarta, Rabu (13/1)."Masih didalami kan, kalau memang indikasi-indikasinya seperti itu, kan nanti kita akan umumkan," tambahnya.Beberapa warga diketahui hilang setelah mengikuti atau bergabung Gafatar. Seperti halnya yang dialamai warga DIY.Setelah dikabarkan hilang sejak 30 Desember 2015, akhirnya Dokter Rica Tri Handayani ditemukan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Senin (11/1). Dokter yang hilang bersama anaknya ini diketahui sudah lama bergabung dengan organisasi terlarang Gafatar.
BIN masih dalami organisasi Gafatar yang sebarkan aliran sesat
Sutiyoso belum mau bicara banyak soal sepak terjang organisasi Gafatar.
Rekomendasi